11 Amalan Buang Sial Dengan Ilmu Hikmah

buang sial dengan ilmu hikmah

Buang Sial Dengan 11 Amalan Ilmu Hikmah Agar Terhindar Dari Kesialan

Bagaimana agama menuntun umatnya untuk mengundang keberuntungan dan menolak kesialan? Jawabnya tentu dengan doa dan ikhtiar. Keberuntungan dalam bahasa Arab disebut Sa’adah. Lawan katanya adalah Syaqawah yang berarti kemalangan atau kesialan. Dalam sebuah firmannya, Allah SWT menyarankan umat manusia untuk berdoa (memohon) dengan shalat dan sabar.

Artinya, ketika seorang hamba mempunyai hajat-hajat tertentu, hendaknya melakukan shalat. Diantaranya, shalat hajat -jika terkait dengan hajat dunia/akhirat- dan shalat shalat yang lain, sesuai dengan situasi dan kondisi yang sedang dihadapinya.

Cara Buang Sial Ala Ilmu Hikmah

Para ahli hikmah mengambil inspirasi “mistik” melalui sumber agama Islam. Dan berkaitan dengan upaya mengundang keberuntungan (Sa’adah) dan mohon perlindungan dari kesialan (Syaqawah) itu, mereka banyak mengajarkan berbagai ritual.

Diantaranya, shalat taubah bagi orang yang sadar akan kesalahan atau dosa-dosanya dimasa lampau. Shalat dhuha bagi yang berhajat untuk kemurahan dan keberkahan rezeki, dan sebagainya.

Tetapi dalam berdoa itu harus ada keseimbangan dengan sifat sabar. Shalat yang tekun dan sabar pun diutamakan. Itu berarti, seorang muslim tidak disarankan untuk meyakini bahwa apa yang dihajatkan oleh dirinya itu langsung (cepat-cepat) berhasil layaknya sulap. Bim salabim dan hajat itu langsung jadi. Yang berat jadi ringan, yang panas pun jadi dingin.


Baca Juga :


Ilmu hikmah mengajarkan orang untuk bersabar dengan keinginan-keinginannya. Sifat istikomah selalu dianjurkan, yaitu keyakinan bahwa Allah akan menguji terlebih dahulu orang-orang yang akan dikarunianya.

Bahkan, disaat permohonan (doa) itu tidak dikabulkan pun, seorang mukmin harus tetap berprasangka yang baik terhadap (segala) ketentuan Allah SWT. Sebab, boleh jadi, jika hajat itu dikabulkan justru akan membuat mudharat bagi dirinya.

Bahwa tidak setiap yang dikehendaki manusia itu pasti dikabulkan. Pengertian takdir pun sebagaimana saya jelaskan di depan-terbagi menjadi dua kelompok. Yaitu takdir yang mutlak atau tidak bisa dirubah oleh ikhtiar manusia (Mubrom) dan takdir (Mualag) yang bisa dirubah oleh ikhtiar manusia.

Sikap optimistis seorang manusia pun dibatasi dengan kalimat “Insya Allah”. Ini untuk menyadarkan bahwa manusia itu wajib hukumnya untuk ikhtiar merubah nasibnya, tetapi ia pun harus sadar bahwa ada tangan lain yang jauh lebih bijaksana dalam mengatur manusia.

Terhadap orang yang doanya tidak dikabulkan pun, Allah masih menjanjikan gantinya. Yaitu, dihindarkan dari bahaya, dan di akhirat kelak akan diberikan pahala sehingga ia bertanya kepada Allah pahala apakah itu dan dijawab itu adalah “ganti” dari doamu yang tidak dikabulkan.

Dalam mencari keberuntungan dan agar dihindarkan dari kesialan, manusia bisa melakukan ritual buang sial mana yang mampu dilakukannya. Karena itu, berikut ini akan saya paparkan berbagai cara yang umum dilakukan masyarakat kita, baik cara itu yang identik dengan laku budaya yang sedikit ada sentuhan ajaran keagamaan maupun yang murni bersumber dari ilmu-ilmu hikmah.

Rangkuman ini mulai dari tingkat yang paling ringan untuk dilakukan hingga yang agak berat. Terserah anda, merasa lebih cocok dengan cara yang mana :

11 Amalan Buang Sial Dengan Ilmu Hikmah

  1. Puasa pada hari dan pasaran kelahiran.
  2. Selamatan, walau hanya sekedar bubur merah putih pada hari kelahiran. (1 – 2 ini merupakan tradisi Jawa).
  3. Memperbanyak membaca Shalawat Nabi dan beristighfar secara rutin/istikomah. Logikanya, istighfar menghapus dosa dan shalawat mempermudah segala yang sulit. Amalkan dua jenis amalan ini minimal 1000 (seribu) kali untuk shalawatnya dan 100 (seratus) kali untuk istighfarnya.
  4. Banyak melakukan shalat sunnah taubah dan shalat dhuha. Shalat taubah sangat dianjurkan bagi seseorang yang banyak terkena musibah akibat dosa-dosanya di masa yang lalu. Dengan melakukan tobat, permohonan lebih mudah dikabulkan.
  5. Minimal mengamalkan Surat Al-Insirah sebanyak 41 kali dalam waktu satu hari satu malam.
  6. Melanggengkan membaca Surat Al-Waqi’ah, minimal satu kali diwaktu pagi hari atau setelah shalat mahrib.
  7. Memperbanyak mengamalkan shalawat-shalawat khusus, diantaranya, Shalawat Fatih, Nariyah, Munjiyat dan sebagainya.
  8. Puasa sunnah Senin-Kamis.
  9. Membaca Surat Alfatihah (cukup) tujuh kali setiap usai shalat fardhu. Insya Allah, segala hajat tercapai.
  10. Membaca Surat A-Tau bah 128-129 tujuh kali setiap usai shalat fardhu.
  11. Membaca doa yang dibaca Nabi Yunus AS ketika dalam perut ikan. “La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadhdhalimin“. Insya Allah, seseorang yang banyak mengamalkannya, segera terbebas dari kegelapan, sebagaimana terbebasnya Nabi Yusµf AS dari perut ikan.

Kesebelas cara tersebut ini lebih dominan unsur ritual atau amalan batinnya. Untuk lebih memberikan nilai lebih, suatu amalan batin harus diimbangi dengan pengamalan lahir. Dan dalam hal ini, para ahli hikmah menjagokan “sedekah” sebagai cara terampuh untuk mengundang keberuntungan dan mencegah kesialan.

Itulah ke 11 cara buang sial yang sebaiknya mulai Anda lakukan hari ini. Karena sesuatu yang baik jangan ditunda-tunda. Salam semoga bermanfaat.

 

batu giok pengasihan

Bacaan Paling Dicari:

error: Content is protected !!