Asal Usul Pesugihan Gunung Kemukus

Gunung Kemukus sudah lama dikenal sebagai tempat ritual ilmu pesugihan. Bukan sembarang pesugihan, malah. Tetapi jenis ilmu pesugihan yang syaratnya adalah hubungan intim tidak resmi. Artinya, bila Anda tertarik pada pesugihan Gunung Kemukus, Anda harus siap mencari lawan jenis yang siap diajak bermesum ria tanpa ikatan.

Pesugihan Gunung Kemukus, Antara Rezeki dan Prostitusi

Gunung kemukus sebenarnya berpotensi sebagai tujuan rekreasi. Pemandangan alamnya cukup menjanjikan. Tetapi sayang, lebih banyak orang yang datang untuk mencari ilmu pesugihan cepat kaya. Atau bila tidak, mereka sekedar datang untuk memastikan, benarkah memang di tempat itu banyak orang bergumul di balik semak belukar?

ritual ilmu pesugihan gunung kemukusSeharusnya Sragen punya alasan untuk berbangga, karena keindahan Gunung Kemukus itu memanjakan mata. Tetapi karena ada unsur ilmu pesugihan yang sudah terlanjur tersohor ke seluruh nusantara, malulah akhirnya. Mau dikembangkan sebagai daerah tujuan wisata ya bagaimana, wong layanan prostitusi terlanjur marak di sana.

Soalnya banyak yang datang tanpa membawa calon pasangan ritual. Otomatis mereka mencari disana, siapa yang mau disewa sebagai pelengkap syarat. Mau saja lah para pekerja komersial untuk diajak berbuat  maksiat. Tetapi pertanyaannya, adakah satu saja diantara semua pekerja seks itu yang sudah berhasil menjadi kaya? Kan mereka sudah dijadikan pasangan ritual oleh begitu banyak orang?

Kisah Ritual Pesugihan Gunung Kemukus

Pernah ada seseorang yang berjanji sebelum mati. Bahwa bila perbuatannya diikuti, maka ia akan membantu hajat siapapun yang mengikuti perbuatannya tersebut. Janji alias sumpah ini diucapkan oleh Pangeran Samudra. Pada masa ketika Kerajaan Majapahit masih berkuasa.

Pangeran Samudra konon jatuh hati pada ibunya sendiri, yang memang masih cantik jelita. Namanya Dewi Ontrowulan. Kemurkaan sang ayah ketika mengetahui tentang hubungan mereka tidak bisa digambarkan. Pangeran Samudra langsung diusir dan minggat ke Gunung Kemukus.

Eh, ternyata si ibu tidak kalah jatuh hatinya. Susah payah ia menyusul si anak ke sana. Bukannya ingat pada dosa, keduanya malah dimakan nafsu dan langsung melampiaskan hasrat ketika bertemu. Habislah mereka, dirajam oleh para warga yang murka.

Dewi Ontrowulan dan Pangeran Samudra pada akhirnya sama-sama dimakamkan di tempat tersebut. Konon, sebelum tewasnya Pangeran Samudra memang berjanji untuk membantu hajat siapapun yang mengikuti jejaknya. Ya, termasuk hajat pesugihan kalau memang ada.

batu giok pengasihan

Bacaan Paling Dicari:

error: Content is protected !!