Bolehkah Memakai Azimat, Hukumnya Bagaimana Dalam Islam?

hukum memakai azimat

Ada pertanyaan dari klien kami, seperti ini :

Ada yang mengatakan memakai jimat (Azimat) itu syirik, namun ada juga yang memperbolehkannya. Pendapat Anda bagaimana?

Jalaluddin Asy-Syuyuthy menuliskan : “melantunkan ayat Alquran dan memakai jimat yang ditulis dengan huruf Arab (Alquran) adalah suatu bentuk permohonan kepada Allah SWT untuk melindungi diri sebagaimana memanfaatkan obat untuk tujuan yang sama.” Bentuk doa atau mantera yang tidak boleh adalah yang tidak diketahui maknanya. Seorang sahabat bertanya kepada Nabi SAW “Ya Rasulullah, bagaimana pendapatmu tentang ini?” Dan Nabi bersabda, “Lantunkan ayat-ayat kepadaku, semuanya baik asalkan tidak terkandung syirik di dalamnya.” Ini tercantum dalam hadis Muslim.

Ketika seorang sahabat yang lain bertanya tentang membaca suatu ayat dalam Alquran untuk tujuan pengobatan, Nabi SAW bersabda, “Barangsiapa diantaramu mampu membantu saudaranya, maka hendaknya dia melakukannya.”

ayat seribu dinar

Dalam hal pengobatan spiritual, Rasulullah SAW banyak memberikan petunjuk-petunjuk kepada para sahabat, dimana petunjuk pengobatan ala Rasulullah SAW itu kemudian dilestarikan oleh kalangan tabib hingga zaman sekarang.

Kembali ke masalah azimat atau jimat. Sepanjang azimat itu dibuat oleh orang yang muslim, yang dibacakan doa dengan cara muslim, ditulis dengan cara menulis orang muslim dan bertujuan untuk menolong orang lain dalam kebajikan, tentu saja boleh.

Al-Maruzi berkata, “Telah diriwayatkan oleh Ahmad, Aku pernah demam dan seseorang menulis basmalah dan QS 21 : 69 – 70. Wahai Tuhannya Jibril, Mikail dan Isrofil, obatilah siapapun yang mempunyai tulisan ini dengan kekuatan-Mu dan kekuasaan-Mu, dan kekuatan-Mu. Ya Tuhan semesta alam. Amin-Amin.

Ada Pertanyaan? Sampaikan ke kami

garam pangruwat

Bacaan Paling Dicari:

error: Content is protected !!