Profil Paranormal Bos Edy : Sang Ahli Pasang Susuk

pasang susuk bos edy

Sang Ahli Pasang Susuk : Bos Edy

Kota Pati memang sudah tidak diragukan lagi dalam mencetak tokoh paranormal terkenal. Sesudah masa Mbah Rana pada tahun 1960 – 1970, kini muncul sosok beken bernama Edy Rusmanto atau yang lebih akrab dipanggil Bos Edy.

Perjalanan Bos Edy dalam dunia ilmu gaib tergolong unik. Ia yang putra seorang dukun mengaku mewarisi kesenangan ayahnya :  mempelajari ilmu gaib dan rajin berguru. Sayang, dalam usia yang masih terlalu muda itu, ia lebih sering bertemu guru yang suka menipu. “‘Saya selalu dibohongi. Mereka yang mengaku orang ampuh itu hanya berupaya untuk mendapatkan uang.” ungkapnya.

Karena minat yang besar untuk belajar ilmu gaib belum juga tersampaikan, Edy kecil mengaku stres berat. Dalam kondisi demikian, ia menggelandang. Tetapi berawal dari itu pula perjalanan nasibnya berubah. Edy bertemu dengan seorang guru asal Margoyoso, Pati. Seorang kusir dokar.

Bang Toha -nama kusir itu membimbing Edy dalam ilmu yang memuaskan hati nuraninya. Konon, menurut kisahnya llmu yang diajarkan oleh Bang Toha bisa dirasakannya. Seperti ketika Bang Toha mengatakan bahwa suatu ilmu yang diajarkan itu memiliki khodam (prewangan), maka Bos Edy bisa merasakan keberadaannya, bahkan bisa berkomunikasi dengannya.


Baca Juga :


Baru enam bulan Bos Edy belajar, Bang Toha sudah meninggal. Tetapi sebelum itu ia menulis semacam surat wasiat, agar Bos Edy menemui seorang guru bernama Hambali di Serang, Banten. Belajar dengan Hambali, Bos Edy mengaku amat puas. Banyak hal baru yang ia dapatkan. Namun, aliran itu cenderung kontroversial dan nyeleneh. Yaitu membuat orang waras (sadar) menjadi kesurupan. Dan dalam kondisi kesurupan itu, seseorang bisa memasuki dimensi alam halus.

Kenyelenehan itu tidak sekadar pada metode kesurupan saja. Aliran Senggoro Pati di dalam upayanya untuk membuka indera keenam (indera batin) juga melakukan pengambilan sima, yaitu kekuatan yang terdapat pada tempat-tempat keramat, seperti kuburan orang sakti, gua-gua, tumbuhan besar atau benda-benda pusaka. Karena itulah, aliran ini, menurut Guru Besarnya, pernah diramaikan oleh masyarakat sebagai aliran hitam, menyembah kuburan dan sebagainya. “Orang awam memiliki persepsi yang berbeda dari kami, kata Bos Edy.

Padahal upaya itu tak lain dari tuntutan metode yang mengharuskan seseorang berlatih pada suasana yang hening, guna mencapai keoptimalan konsentrasi sekaligus menyatukan frekuensi dengan alam gaib. “Jelas tidak mungkin, jika belajar ilmu gaib, latihannya di supermarket,” kata Bos Edy sambil bercanda.

Pasang Susuk

pasang susukSebagai orang yang telah berhasil mencetak banyak paranormal melalui perguruan Senggoro Pati, Bos Edy layak disebut sebagai mbah-nya paranormal. Itu pula yang menyebabkan ditunjuk sebagai ketua umum Paguyuban Paranormal Indonesia.

Dari sekian keilmuan yang digeluti, Bos Edy tergolong profesional di dalam ilmu pasang susuk. Ketika banyak paranormal yang pasang susuk secara sembunyi-sembunyi, bahkan disinyalir ada yang menyuruh pasien (orang yang dipasangi) agar tutup mata atau bahkan ditutup matanya, Bos Edy justru mempersilakan pasien untuk melihat secara langsung pemasangan itu dengan kaca. “Hal ini saya lakukan untuk menambah keyakinan mereka, apalagi sering terjadi penipuan pemasangan susuk dengan isi kabel, kulit pasien dicubit, isi kabel dibuang. Semua dilakukan dalam keadaan mata tertutup,” katanya.

Kepiawaian Bos Edy dalam memasang susuk pernah diperagakan dalam seminar sehari di Hotel IBIS Rajawali Surabaya. Bos Edy yang tampil tanpa makalah, menarik perhatikan peserta seminar. Itu karena sebelum pemasangan susuk, ia memperagakan cara mengisap darah orang yang hendak dipasang dengan Ajian Penyedot Ludira.

Seseorang yang terisap ajian itu bisa mengeluarkan darah melalui pori-porinya. Hal itu ia lakukan untuk mendeteksi apakah seseorang itu mengidap suatu penyakit atau bukan. Dengan demikian, metode gaib pun mengenal cara-cara yang ditempuh medis, yaitu tes darah. Konon, dari melihat hasil darah itu akan terlihat juga jenis pasang susuk yang mana yang cocok untuknya.

Anehnya, keterbukaan Bos Edy tetap saja mengundang pengunjung untuk curiga. Sebagian menganggap hal itu tak lebih dari unsur trik, yaitu menganggap Bos Edy sudah meletakkan darah dalam kapsul pada mulutnya.

Bagaimana reaksi Bos Edy terhadap anggapan itu ? “Silakan diteliti di laborat, darah itu dari orang yang saya isap atau justru dari zat pewarna. Kalau saya bohong, taruhannya enam juta rupiah,” jawab Bos Edy ringan.

Pasang susuk yang semula kita kenal hanya sebagai alternatif penambah daya tarik pada anggota tubuh tertentu, bagi Bos Edy ternyata bisa dikembangkan untuk hal-hal yang lebih luas lagi. Melalui penguasaan ilmunya, ia berhasil mengembangkan fungsi susuk untuk kejantanan seks, sehingga belakangan ini ia sering kedatangan tamu yang mengeluh karena impotensi, baik yang baru gejala maupun yang sudah cukup payah.

pasang susuk

Pengembangan yang lain, susuk pun ternyata mampu dijadikan sarana untuk awet muda. Dijelaskannya. pengertian awet muda bukan berarti si pemasang itu akan memiliki usia yang panjang sebagaimana pengaruh ilmu semacam cocak ijo dan sebagainya.

Sifat dari susuk itu adalah mengambil ketuaan sebelum waktunya, kemudian mengabadikan kemudaan yang ada. Artinya, dalam satu minggu dari pemasangan susuk yang disebut lamuran anjasmara itu, seseorang akan tampak lebih tua. Setelah masa itu berlalu, wajahnya akan tampak awet muda.

Membentuk Paguyuban Paranormal Indonesia (PPI)

Karena Bos Edy telah berhasil mendidik banyak siswa menjadi paranormal handal, secara tak langsung ia pun lalu dituakan walau dari segi usia tergolong muda, itu pula yang menyebabkan ketika organisasi keparanormalan yang sudah ada dinilai vakum, Bos Edy didorong untuk membentuk wadah baru.

bos edi pasang susuk

Lalu terbentuklah PPI. (Paguyuban Paranormal Indonesia) yang diharapkan mampu mewadahi paranormal Indonesia. Dan menurut Bos Edy, paranormal yang bisa tergabung ke PPI tidak terbatas oleh suatu aliran tertentu. Jelasnya PPI mewadahi beragam aliran. “Dalam PPI kita ingin sesama paranormal bisa saling guyub, rukun dan bersatu saling asih, asah dan asuh” katanya. Dan setahun didirikannya, PPI diminati banyak paranormal dari berbagai profinsi Indonesia.

Dan bagi paranormal yang belum bergabung, dipersilakan menghubungi Sekretariat PPI JI. Kartini 1 E/107 Pati, Jawa Tengah. Menurut Bos Edy banyak hal yang bisa didapatkan dengan bergabung dalam PPI. Yang pasti berkumpul dengan banyak paranormal dengan beragam “keunikan”nya, tentu menambah wawasan. Sebab menurut Bos Edy menjadi paranormal pada era globalisasi ini yang dibutuhkan tidak sekadar ilmu gaib saja.

Tapi kiat-kiat yang lain pun perlu diketahuinya. Bos Edy menjelaskan, organisasi yang dipimpin memiliki program tahunan. Minimal, setahun sekali seluruh anggota kumpul. Pada event itulah seluruh anggota PPI bisa saling tukar kaweruh. Diakhir perbincangan Bos Edy menjelaskan, menuntut ilmu batasnya ketika manusia masuk liang lahat. Semakin bertambah ilmu, semakin ia menyadari kekurangannya.

bulu perindu sukma

Bacaan Paling Dicari:

error: Content is protected !!