Penjelasan Bagaimana Cara Membuat Jimat (Azimat)

cara membuat jimat

Setelah memiliki bekal yang cukup dalam batin, Anda dapat membuat azimat sendiri sesuai petunjuk sang guru yang membimbing anda.

Menurut para ahli membuat azimat, agar azimat itu memiliki nilai lebih, dari sisi khowas (kekuatan magis) maupun nilai jualnya, pembuatannya harus dengan kulit hewan, khususnya kijang dan harimau. Namun perlu diketahui, bahwa kulit yang digunakan itu harus disucikan terlebih dahulu.

Untuk menetralkan kulit hewan yang notabene adalah bangkai, itu Anda harus merendamnya pada air yang padanya sudah diberi babakan atau daging yang terdapat dalam kulit bagian dalam pohon mahoni, atau jenis pohon lain yang rasanya pahit. Sedangkan jika menginginkan agar bulu yang terdapat pada kulit itu menjadi bersih (rontok), maka rendaman itu diberi campuran kapur (gamping).

Terkadang kita temui juga petunjuk cara membuat jimat (azimat) yang masih menghendaki bulu yang terdapat pada kulit hewan (khususnya harimau) itu masih tetap utuh, karena ada kepercayaan, bahwa bulu itu juga menyimpan kekuatan magis.

Biasanya, bagi mereka yang mempercayai hal seperti ini, maka proses penyamakan tidak menggunakan campuran kapur, hingga hanya merendam kulit pada air babakan dalam tujuh hari.

Proses penyamakan kulit, yang paling awal adalah mencari pohon mahoni atau pohon trengguli yang sudah berumur diatas sepuluh tahun. Kulit yang bagian luar dibuang, sedangkan yang bagian dalam sedikit dihancurkan agar zat-zat yang terdapat pada daging kulit itu, mudah merata dengan air yang digunakan untuk merendam.

Agar kulit yang hendak disamak itu mudah direndam, sebelumnya harus dipotong sesuai ukuran yang dikehendaki. Dan agar seluruh kulit itu dapat terendam, bagian atas rendaman diberi benda sebagai penindih. Tujuannya agar bagian dari kulit itu tidak timbul (keluar dari rendaman).

Proses perendaman pada umumnya membutuhkan waktu hingga satu Minggu atau sesuai dengan kebutuhan si penyamak.

Setelah kulit yang disamak itu siap pakai, selanjutnya Anda menyediakan pena dan minyak wangi non alkohol dari jenis misk, amber, zakfaron atau menyan arab yang sudah dicairkan. Dan bahan-bahan (minyak wangi) ini dicampurkan pada tinta yang digunakan untuk menulis.

Cara menyampur tinta dengan minyak wangi, dapat langsung memasukkannya dibagian dalam pena (tempat tinta) atau jika anda menggunakan pena tutul, minyak wangi itu anda campur pada botol tinta.

Menulis jimat atau azimat, agar lebih awet, sebaiknya menggunakan tinta yang tidak mudah luntur. Hanya, jenis pena yang demikian itu, biasanya sulit dimasuki (dicampur) dengan minyak wangi.

Cara menyiasatinya, anda dapat mencelupkan ujung pena itu setiap kali hendak menulis, sehingga tinta yang keluar dari ujung pena (sedikit) tercampur dengan minyak wangi yang sudah diasmak.

Ada juga cara yang lebih modern digunakan oleh para penulis azimat. Yaitu, azimat ditulis dengan tinta yang tidak mudah luntur, namun ketika hasil tulisan itu (tintanya) belum kering, lalu disemprotkan minyak wangi, sehingga ketika tinta itu mengering, didalamnya sudah terkandung unsur minyak yang sudah diasmak.

Tentang cara penulisan azimat, setiap guru / paranormal memiliki cara tersendiri sesuai aliran yang diikutinya. Dan perbedaan itu tak perlu dipermasalahkan, bahkan jika ada yang mengatakan bahwa azimat itu sudah hilang kadar kekuatannya ketika tulisannya sudah rusak (kabur), justru ada guru yang sengaja melebur tulisan itu dengan harapan seseorang yang mengenakan azimat itu tidak memiliki keterikatan, misalnya, harus melepas saat membuang hajat, dan sebagainya. Dan peleburan tulisan itu diyakininya tidak melebur kekuatan magis yang terdapat dalam azimat itu.

Kedua pendapat ini yang benar? Wallahu a’lam. Dan disini saya tidak membahas tentang perbedaan masing-masing cara, dan saya yakin bahwa perbedaan itu adalah kekayaan dalam ilmu hikmah yang kesemuanya mengandung kebenaran, sebagaimana kata orang bijak bahwa untuk mencapai puncak gunung, seseorang dapat memilih dari tebing mana yang ia suka. Salam, semoga bermanfaat.

garam pangruwat

Bacaan Paling Dicari:

error: Content is protected !!