Cara Puasa Mutih Yang Benar Menurut Ilmu Kejawen

cara puasa mutih

Cara Puasa Mutih – Salah satu cara orang jaman dahulu untuk meningkatkan ilmu kebatinan adalah dengan melakukan tirakat. Tirakat disini adalah dengan menjadikan diri jauh dari kenikmatan duniawi dengan tujuan untuk mendapatkan energi spiritual. Salah satu tirakat tersebut adalah dengan puasa mutih.

Puasa mutih merupakan puasa seperti pada umumnya orang islam melakukan puasa ramadhan. Yaitu dengan menahan untuk tidak makan dan minum serta menahan semua hawa nafsu dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Cara puasa mutih yang dijalankan pun sama dengan puasa biasanya. Hanya saja bedanya puasa mutih ini sahur dan bukanya hanya memakan nasi putih dan air putih saja, atau bisa dikatakan tanpa rasa asin, manis atau asam.

Beberapa orang melakukan puasa mutih dengan tujuan untuk mendapatkan berkah. Ada pula yang melakukan puasa mutih dengan dalih ingin memperdalam suatu ilmu spiritual. Selain itu puasa mutih juga biasanya dilakukan untuk membersihkan diri dari energi negatif. Karena dengan berpuasa mutih bisa dikatakan kita menjauhi segala macam kenikmatan duniawi.

Jenis Puasa Mutih

Puasa mutih memiliki 3 jenis yang berbeda. Perbedaan ini bisa dikatakan sebagai warisan kebudayaan ajaran kejawen jaman dahulu. Beberapa pakar kejawen pun mengatakan bahwa perbedaan cara puasa mutih ini sebenarnya tidak terlalu berpengaruh terhadap keberhasilannya. Karena faktor keberhasilan sebuah tirakat tergantung dari kesungguhan pengamalnya.

Berikut 3 jenis puasa mutih :

1. Puasa Mutih Murni

Puasa Mutih murni adalah puasa yang dilakukan dengan cara saat sahur dan berbuka hanya boleh memakan nasi putih dan air putih saja. Jika memakan selain nasi, menurut  beberapa ahli supranatural dapat membatalkan puasa. Bahkan akan mengilangkan khasiat ilmu yang akan anda peroleh.

2. Puasa Mutih Umum

Puasa mutih secara umum adalah puasa mutih pada saat sahur dan berbuka hanya memakan makanan makanan serba putih yang tidak ada campuran penyedap rasa, garam atau gula. Jadi, memakan tahu putih yang direbus dan tanpa ada tambahan penyedap rasa diperbolehkan, asal berwarna putih.

3. Puasa Mutih Ngepel

batu combong

Untuk cara puasa mutih ngepel hampir sama dengan puasa mutih murni, yaitu hanya diperbolehkan makan sahur dan berbuka dengan nasi putih dan air putih saja. Bedanya jika puasa mutih ngepel hanya boleh makan nasi putih sebesar sekepalan tangan. Makanya dinamakan puasa mutih ngepel karena jumlahnya yang harus sebesar sekepalan tangan. Jika melebihi itu akan mengurangi khasiat ilmu yang sedang diamalkan.

Jika ditanya mana yang lebih baik, para paka kejawen menjawab sama baiknya. Karena segala macam keberhasilan sebuah tirakat tergantung kesungguhan niat si pengamal.


Baca Juga :


Niat Dan Cara Puasa Mutih

Berikut ini adalah cara puasa mutih yang biasa dijalankan oleh para pengamal. Tata cara ini sebenarnya tidak baku, niat puasa mutih nya pun bisa Anda ubah sendiri sesuai dengan kebutuhan Anda.

Pertama- Bangun pagi sekitar jam 3, segeralah cuci muka dan ucapkan niat. Contohnya seperti ini “Aku berniat puasa mutih dari fajar sampai petang untuk mendapatkan (sebutkan hajat) karena allah subhanahu wata’ala”. Kemudian sahurlah dengan memakan nasi putih tersebut

Kedua- Segeralah sholat sunnah 2 rakaat sebelum adzan subuh berkumandang

Ketiga- Lakukan sholat wajib Subuh dan akhiri dengan sholat sunnah 2 rakaat

Keempat- Sering-seringlah ambil air untuk berwudlu, jika anda merasa batal maka berwudlu lagi.

Dengan begitu, insya allah Anda akan mendapatkan keberkahan dan hajat anda akan segera terkabul.

loading...

Bacaan Paling Dicari:

error: Content is protected !!