Jauhi 10 Perkara Penyebab Kesialan Ini Dalam Hidup Anda

penyebab kesialan

Menurut kepercayaan orang-orang terdahulu, ada 10 penyebab kesialan hidup. Kesepuluh jenis penyebab ini, sembilan diantaranya merupakan pelanggaran terhadap nilai-nilai agama, dan satu jenis pelanggaran adat atau kepercayaan. Jauhi ke 10 perkara ini jika tak ingin mendapatkan sial di kehidupan Anda.

Jika diurutkan, Inilah 10 perkara penyebab kesialan

1. Durhaka Kepada Kedua Orang Tua

Menurut para ahli hikmah, suatu siksa yang disegerakan balasannya di dunia ini adalah durhaka kepada Ibu Bapak dan tindakan semena-mena. Kesembilan biang kualat itu merupakan rambu-rambu agama, sedangkan urutan terakhir -ke 10- merupakan kepercayaan adat, yang tidak memiliki landasan, namun oleh sebagian masyarakat kita, khususnya di Jawa, hal itu apabila dilakukan mempunyai pengaruh yang tidak baik. Sehingga tinjauannya harus dengan ilmu mistik atau metafisika.

Tentang durhaka kepada Ibu Bapak sudah sering digambarkan dalam kisah-kisah keagamaan. Sahabat Alqomah, kisah tentang Si Malim Kundang dan sebagainya, adalah penggambaran betapa seorang Ibu (terutama) memiliki tuah yang sangat besar, bahkan Rasulullah SAW pun mengabarkan bahwa ridha Tuhan itu terletak pada ridha orang tua.

2. Merusak Pagar Ayu

Merusak Pagar Ayu adalah merusak ketentraman rumah tangga orang lain. Tindakan ini menuju pada bentuk perselingkuhan yang oleh orang-orang tua kita diyakini sebagai penyebab kesialan. Balasan atas hal itu, si pelaku akan terkena bahaya, yaitu, rumah tangganya juga jauh dari ketentraman.

Selain melanggar aturan agama, pelanggaran jenis ini sangat masuk akal jika dikategorikan sebagai penyebab sial. Misalnya, jika ketahuan masyarakat, dihukum badan oleh suami dari istri yang dizinahi, belum lagi jika kasusnya dibawa ke meja hijau. Pendek kata, seseorang yang ketahuan berselingkuh dengan bukan suami/istrinya, bersiap-siaplah untuk kehilangan harga diri dihadapan anak-anaknya.

3. Memakan Harta Anak Yatim

Memakan harta anak yatim yang dalam hal ini termasuk fakir miskin juga, termasuk urutan atas penyebab kesialan. Jika balasan atas perselingkuhan dengan istri/suami orang lain adalah hilangnya ketentraman dalam keluarga tersebut, efek dari makan harta anak yatim adalah kesengsaraan dalam mencari natkah dunia.

Balak/ bencana segera menimpa. Datangnya penyakit hingga menyebabkan harta benda habis untuk berobat dan tersumbatnya pintu rezeki. Agama mengidentikkan, perampasan harta anak yatim ini dengan analogi, memenuhi isi perut dengan api neraka.

4. Memajukan batas tanah

Memajukan batas tanah mungkin terkesan sepele. Namun yang sepele ini bisa menjadi penyebab kesialan. Orang akan ribut dengan tetangga, padahal, kunci ketentraman itu terletak pada keharmonisan lingkungan terdekat. Ada kepercayaan, seseorang yang memajukan batas tanah sehingga merampas hak tanah tetangganya, kelak saat dimasukkan dalam liang lahat, bumi menolaknya.


Baca Juga :


Cara menolak itu, bumi/liang lahat yang sudah diukur sesuai dengan lebar dan panjang tubuh, tiba-tiba menyempit. Akibatnya, jenazah itu mengalami kesulitan saat hendak disemayamkan. Saya pernah menyaksikan jenazah yang mengalami peristiwa ini. Penyebabnya, selain tidak pernah mengenal Tuhan (sembahyang) orang ini hobi memajukan batas tanah.

5. Menarik tanah wakaf

Menarik tanah wakaf juga termasuk biang kualat atau kesialan yang cukup ganas. Misalnya, orang tua anda ketika masih hidup berikrar bahwa sebagian tanah yang dimiliki itu diserahkan untuk kepentingan agama atau masyarakat. Namun, belakangan setelah sang ayah meninggal anaknya menarik balik (gugat) agar tanah itu jatuh ke tangannya.

Di tetangga desa saya, ada orang yang melakukan hal ini, masya Allah …. kehidupannya sekarang teramat berat. Makan pun seperti tidak mampu. Selain miskin, orang yang kualat dari jenis ini dalam hatinya ditumbuhkan sifat rakus dan tamak.

6. Menggugurkan kandungan/membunuh

Menggugurkan kandungan, hukumnya sama dengan membunuh. Menurut kepercayaan adat, seseorang yang menggugurkan kandungan pada hari tuanya sering dihantui oleh roh dari janin yang digugurkan.

Memiliki bawaan was-was bahkan roh janin itu bisa mempengaruhi kepribadiannya menjadi negatif, terutamanya, sering mimpi buruk (menyeramkan), sulit mencapai tentramnya hati dan sulit pula beradaptasi dengan tempat yang baru ditempati.

7. Sumpah Palsu

Sumpah palsu juga penyebab kesialan. Menurut kepercayaan, sumpah yang langsung nampak kebenarannya adalah sumpah yang langsung bersentuhan dengan bumi.

Seorang guru hikmah mengatakan, pejabat yang korupsi tetap selamat padahal dulu sebelum menjabat dia melakukan sumpah jabatan. Mengapa? Karena sumpah itu dilakukan tidak langsung bersentuhan dengan bumi. Sumpah palsu, selain dosa besar, seseorang yang terbiasa melakukannya, sering mengalami sial dalam hidupnya.

8. Memfitnah

Memfitnah oleh agama disebut sebagai perbuatan yang lebih kejam dari pada pembunuhan.

Menurut kepercayaan orang-orang terdahulu, fitnah itu segera kembali kepada penyebar fitnah terutama jika pihak yang menjadi korban secara khusus melakukan laku prihatin, apakah itu puasa sunnah (Senin-Kamis) memuji Tuhan pada malam hari dan berdoa agar Tuhan menampakkan keadilan-Nya. Kesialan yang diterima orang yang memfitnah jauh lebih berat dibanding fitnahan yang dilakukan pada orang lain.

9. Mempersulit Membayar Upah atau Htang

Mempersulit membayar hutang atau upah, juga diyakini menimbulkan balak/bencana. Doa orang yang merasa terampas haknya ibarat doa orang yang teraniaya. Disebutkan, doa yang tiada berdinding antara seorang hamba dengan Tuhan adalah doa orang yang teraniaya. Karena itu, ikutilah sunnah Nabi, yaitu, termasuk bersegera yang diperintahkan adalah segera melunasi hutang.

Berkaitan dengan upah buruh, Nabi SAW bersabda, “Bayarlah upah buruh sebelum kering keringatnya.” Menahan upah buruh atau mempersulit membayar hutang, menyebabkan pihak yang dirugikan haknya itu tidak berkenan. Doa buruk seseorang itu juga mampu menjelma menjadi energi hitam yang melilit, hingga terjadilah kesialan itu.

10. Memanfaatkan Harta Kubur

Penyebab kesialan yang kesepuluh adalah memanfaatkan harta kubur. Misalnya, kayu yang tumbuh pada kuburan, pantangan bagi orang-orang tertentu untuk memanfaatkannya. Walau hal ini tidak terdapat dalam aturan agama, orang-orang terdahulu khususnya peyakin ilmu mistik, meyakini bahwa tanah kuburan atau apapun yang tumbuh dari padanya, mengandung energi negatif.

Sekali lagi saya tandaskan, kepercayaan ini tidak memiliki landasan logika dan agama, dan terserah pembaca, apakah terpengaruh dengan kepercayaan itu atau tidak. Yang pasti menurut saya disini antara mempercayai dan menolaknya, sama-sama baik. Tetapi, terus terang saja, saya termasuk orang yang meyakininya.

Itulah ke 10 perkara penyebab kesialan yang sebaiknya Anda hindari. Banyak cara dalam mendapatkan kehidupan yang lebih baik tanpa harus merugikan orang lain. Dengan menjauhi ke 10 perkara diatas, saya JAMIN keberuntungan akan berpihak kepada Anda

jimat pelarisan

Bacaan Paling Dicari:

error: Content is protected !!