Karena Jujur Akan Selalu Membawa Keberuntungan

kejujuran membawa keberuntungan

Keberuntungan itu termasuk takdir atau semata-mata kerja manusia?

Manusia itu diberi akal untuk mengatur diri dan lingkungannya. Ia diturunkan ke dunia sebagai khalafah untuk mengelola isi bumi. Tuhan pun berfirman, tidaklah suatu kaum bisa merubah nasibnya sebelum dia merubah nasib sendiri. Ini berarti manusia diberi hak untuk mengatur garis hidupnya namun ada batasan-batasan yang tidak bisa dilewati.

Seorang filosof Islam mengatakan, apabila kau jadikan dirimu sebagai embun maka takdir akan melenyapkanmu dengan sinar mentari, jika kau jadikan dirimu sebagai debu takdir akan melenyapkanmu dengan angin.

Manusia itu wajib ikhtiar merubah nasib. Misalnya, takdir dari Tuhan, rambut dan kuku itu terus memanjang setiap saat. Manusia lalu ikhtiar untuk memangkas dan mengaturnya agar nampak rapi. Orang yang pasrah bongkokan bahwa takdir itu tidak bisa atau tidak boleh dirubah ibarat orang yang membiarkan kuku dan rambutnya terus memanjang.

Karena Jujur Akan Membawa Keberuntungan

Di sebuah kota ada seorang guru agama yang mencanangkan sifat jujur dalam berbisnis. Dia memiliki toko yang menjual alat-alat listrik dan elektronik. Dia instruksikan kepada seluruh karyawannya untuk tidak melayani kwitansi fiktif (palsu).

Tradisi kwitansi permainan ini sudah membudaya, terutama untuk keperluan belanja kebutuhan negara. Harga yang semestinya Rp 100.000,- disuruh mengisi Rp 125.000, lebihannya untuk yang belanja pribadi.

Karena dikenal jujur dan tidak mau memainkan kwitansi toko itu malah diminati. Pimpinan proyek, kantor, bahkan untuk kebutuhan keluarga, selalu menyuruh petugas belanjanya ke toko itu. Toko lain yang bisa diajak main bohong malah tidak lagi dipercaya. Yang jujur malah makmur.

batu keberuntungan

Contoh ini menunjukkan bahwa manusia itu bisa memperoleh keberuntungan dengan akal budinya. Kalau tidak percaya, silakan dicoba. Dalam waktu satu bulan saja dua orang disuruh untuk bereksperimen. Yang seorang disuruh untuk berbuat baik dengan tetangganya dan seorang lagi disuruh membuat rusuh tetangganya. Kira-kira mana yang akhirnya selamat dan mana yang harus minggat.

Takdir itu ada yang bisa dirubah dengan ikhtiar, namun ada yang tidak bisa dirubah. Dan kita kan tidak tahu pasti, apakah yang sedang kita hadapi sebagai problem pada suatu saat itu termasuk takdir yang mana.

Misalnya anak anda sakit parah. Anda lalu berkeyakinan sakit itu termasuk takdir yang tidak bisa dirubah, lalu anda tidak mau berikhtiar mengobatinya. Padahal, sakit itu termasuk takdir yang bisa dirubah. Jika kemudian anak anda meninggal, kelak Anda akan dimintai pertanggungjawaban oleh Tuhan sebagai seorang ayah yang tidak memegang teguh amanah.

Sebaliknya, jika takdir sakit itu sebagai penyebab garis kematian yang sudah ditetapkan-Nya, namun ikhtiar berobat masih dilakukan orang tuanya, Tuhan akan mencatat anda sebagai seorang ayah yang bertanggung jawab.

kristal anti santet

Bacaan Paling Dicari:

error: Content is protected !!