Kisah Barshisha, Si Rajin Ibadah Yang Berhasil Ditipu Jin Ifrit

kisah barshisha

Alkisah, pada zaman Bani Izrail dulu hiduplah seorang rohaniwan yang melakukan ibadah selama tujuh puluh tahun tanpa melakukan perbuatan yang dilarang Allah SWT.

Melihat manusia yang istikomah dengan ibadahnya itu berkumpullah para setan, jin kafir dan iblis. Mereka membicarakan Barshisha “Siapa diantara kalian yang sanggup menggulingkan ibadahnya untuk kemudian menyesatkannya dalam lembah kehancuran ?” tanya iblis.

“Saya dan pasukan-pasukan saya, sanggup mefakukan tugas itu,” jawab jin ifrit.

Beberapa saat kemudian ifrit mulai menjalankan tugasnya. Ifrit datang ke kerajaan manusia dan membanting putri raja yang amat cantik hingga menyebabkan putri raja itu sakit ingatan.

Selanjutnya ifrit menjelmakan diri dalam bentuk manusia yang sopan dan berilmu, lalu menghadap raja yang hatinya sedang risau oleh ·sakit yang diderita putrinya.

“Benarkah putri raja sedang sakit?” tanya ifrit ”

Benar,” jawab raja “Sudah pemah diikhtiarkan ke para tabib?”

“Sudah ratusan tabib saya datangkan, kesembuhan belum datang juga”

“Tentu tuan raja belum pemah mengenal seorang tabib yang amat berilmu, dia bernama Barshisha. Sebaiknya bawa saja putri tuan raja ke rumahnya,” kata ifrit sungguh-sungguh.


Baca Juga :


Karena yang berbicara itu ifrit yang menampakkan diri sebagai bentuk manusia yang berilmu, maka raja pun mengikuti sarannya. Dibawalah putri raja ke kediaman Barshisha.

Ifrit kemudian merubah bentuknya menjadi bentuk asal yang tidak diketahui manusia. Ketika putri raj a sudah berada di kediaman Barshisha, ifrit pun diam-diam menyembuhkan penyakitnya tanpa setahu Barshisha.

Bagi ifrit hal demikian mudah dilakukan. Ia yang menimbulkan penyakit putri raja, maka dengan ilmu pengobatan yang dikuasainya, ia pun bisa mengobati penyakit itu.

Maka sembuhlah putri raja. Barshisha menganggap kesembuhan itu karena rahmat Allah. Karena ia memang belum menyadari bahwa kejadian-kejadian yang ada di seputar putri raja itu merupakan cara-cara ifrit di dalam merancang sebuah proyek penyesatan yang sedang digarapnya.

Putri raja yang sudah sembuh kemudian dibawa pulang ke istana. Namun ifrit datang mengganggu lagi sehingga raja mengambil keputusan agar anaknya dirawat inapkan di kediaman Barshisha saja sehingga mendapatkan perawatan yang lebih baik.

Ketika putri raja berada dalam perawatan Barshisha, ifrit mulai meningkatkan kadar godaannya. Dibangkitkan nafsu Barshisha agar memiliki rasa tertarik dengan putri raj a. Namun Barshisha benar-benar menjaga diri.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, ditempatkan putri raja itu dalam suatu bilik. Dan Barshisha mendekati bilik itu hanya pada jam-jam makan. Itupun tidak langsung melihat putri raja, karena Barshisha meletakkan piring berisi makanan pada lobang yang secara khusus dibuat agar tidak terjadi pandangan dua manusia berlainan jenis.

Untuk sementara ifrit membiarkan sikap Barshisha. Hingga akhirnya ifrit membisikkan di hati Barshisha bahwa meletakkan makanan pada lobang dekat bilik sang putri itu perbuatan yang kurang baik, karena bisa-bisa disambar anjing atau orang lain yang tidak berhak mengambilnya.

Ifrit terus meniupkan rasa ragu dalam hati Barshisha, hingga akhirnya ia memutuskan untuk mengantarkan langsung jatah makanan sang putri ke dalam biliknya.

Melihat Barshisha yang benar-benar menjaga agar jangan sampai bertatap muka dengan sang putri, ifrit menghembuskan bisikan ke hati Barshisha agar menghibur hati sang putri dengan sendau gurau agar proses kesembuhannya lebih cepat.

Pertama kali Barshisha mengajak sang putri untuk berbicara di seputar masalah agama dan penyernbuhan. Kedua hal ini dianggap tidak rnenjurus kepada nafsu. Karena itu, kian hari hubµngan antara Barshisha dengan sang putri kian akrab.

Melihat keakraban dua insan berlainan jenis itu ifrit rnulai bertepuk tangan. Selanjutnya ifrit rneniupkan bujukan kepada hati Barshisha untuk menyernbuhkan dengan cara rnenyentuh sang putri.

Keakraban ini kernudian mernbuat sang putri rnakin jinak di tangan Barshisha. Tugas ifrit selanjutnya adalah rneniupkan indahnya khayalan tentang zina pada hati Barshisha, hingga akhirnya terjadilah perzinahan itu.

Akibat perzinahan yang berulang kali itu rnenyeba-bkan sang putri hamil. Maka ifrit rneniupkan perasaan takut yang luar biasa pada hati Barshisha, yaitu bayangan tentang hukuman raja dan cernoohan masyarakat.

Karena takut boroknya terbongkar, Barshisha membunuh putri raja. Mayatnya kernudian dirnakarnkan di dalarn biliknya. Sedangkan jika suatu saat nanti ada pertanyaan dari raja tentang putrinya, Barshisha sudah mempersiapkan jawabannya, yaitu sang putri rneninggal karena sakitnya tidak tertolong lagi.

Tak lama kemudian raja mendengar kematian putrinya. Betapa sedih hatinya, tetapi karena kematian itu terjadi pada kediaman Barshisha, seseorang yang dikenal tgtak pernah berbohong, maka raja pun tidak perlu untuk menyelidiki kasus kematiannya. Apalagi sang raja mengetahui bahwa sebelum kematian itu, putrinya sedang sakit.

Untuk sementara, sang raja bisa berlega hati. Ia merasa aman dari dosa-dosanya. Tetapi ifrit tidak menyia-nyiakan kesempatan baik itu. Ia menjelmakan diri dalam bentuk manusia kemudian datang ke istana raj a, mengadukan perihal kematian putrinya.

“Tuan raja, putrimu hamil. Karena Barshisha sadar akan resikonya maka putrimu dibunuh,” kata ifrit. “Mungkinkah Barshisha berbuat seperti itu?”

“Kalau tidak percaya silakan buktikan. Putrimu terbunuh dalam keadaan ada janin di perutnya.”

Raja bersama beberapa pengawal kemudian mendatangi kediaman Barshisha. Mereka kemudian masuk bilik peribadatan Barshisha dan membongkar kuburan sang putri. Ternyata benar. Pada mayat itu terdapat janin.

Barshisha kemudian digiring ke alun-alun untuk menerima hukuman mati. Melihat kejadian itu, ifrit datang menampakkan diri dihadapan Barshisha.

“Ketahuilah, aku ini ifrit yang mendorongmu melakukan perbuatan amat terkutuk yang menyebabkanmu dihukum salip. Tidak ada seorang pun yang dapat membebaskanmu dari tiang salip ini selain aku. Apakah kamu ingin bebas dari hukuman ini ?” kata ifrit.

“Ya, aku ingin kamu membebaskan aku”, jawab Barshisha.

“Kamu harus memenuhi syarat yang aku berikan.”

“Sebutkan syarat itu.”

“Kamu harus menyembahku,” kata ifrit.

“Bagaimana aku bisa menyembahmu, sedangkan aku dalam keadaan terikat.” “Tidak perlu dengan bertekuk lutut, cukup bagimu menyembahku dengan hati”.

Barshisha kemudian menundukkan kepala dan hatinya berikrar menyembah ifrit. Tetapi benarkah ifrit menolongnya? Ternyata tidak. Rohaniwan yang beribadah selama tujuh puluh tahun tanpa sedikit pun tercampuri dosa, akhirnya meninggal pada tiang salip dalam keadaan suul khotimah.

Hikmah Dibalik Cerita

Hikmah apa yang bisa diambil dari kisah ini? Pertama, bahwa jin ifrit itu mempunyai tipu daya yang amat halus. Kedua, dalam melancarkan aksinya, terkadang ifrit harus membuat seseorang menjadi sakit kemudian pada saat lain dia akan tampil sebagai dewa penolong.

Berkaitan dengan apa yang sering dipertanyakan banyak pihak tentang persahabatan antara manusia dengan jin, apakah bisa? Dan bisakah jin itu menjelmakan diri dalam bentuk manusia, tentu tanpa harus dijelaskan panjang lebar, dengan membaca kisah ini pembaca sudah bisa menemukan jawabannya. Semoga bermanfaat.

jimat keris semar

Bacaan Paling Dicari:

error: Content is protected !!