Makna Berdoa dan Berusaha Untuk Keselamatan

berdoa untuk keselamatan

Untuk mendapatkan keselamatan, cukupkah seseorang hanya berdoa saja, atau ia tidak berdoa tetapi berperilaku yang baik sehingga tidak ada orang yang mengganggu keselamatannya?

Bahaya itu bersumber dari dua arah. Bisa dari dalam diri kita sendiri namun bisa juga dari unsur luar yang datangnya tidak disangka-sangka.

Jika Anda mabuk lalu menantang penduduk hingga kemudian Anda dikroyok, itu termasuk bahaya yang timbul dari dalam diri sendiri karena faktomya adalah kesengajaan. Tetapi jika Anda berada di terminal Bus kemudian calo-calo menyeret Anda dan memaksa untuk membeli karcis di atas harga resmi, ini termasuk bahaya yang timbul dari luar.

Karena itu, untuk menanggulangi bahaya, seseorang harus berdoa dan berusaha. Artinya, selain ia berdoa untuk keselamatan dirinya, ia juga berperilaku yang mengundang keselamatan.


Baca juga :


Seorang rekan pernah berkata bahwa sepanjang orang itu berperilaku benar maka ia pasti selamat. Belum lama dari petuah yang diucapkan itu, Ibunya datang dari kampung halamannya. Ketika Ibu hendak kembali pulang, diantarkannya hingga terminal bus.

Sesampai di pintu masuk terminal, beberapa calo menghampirinya. Karena rekan saya itu tidak menggubris bujukan calo dan lebih memilih langsung ke loket, seorang calo yang merasa dilecehkan melayangkan pukulan ke arah ulu hatinya. Dan rekan saya itu langsung jatuh tersungkur tanpa sadar sebentar.

Ketika dia mengadukan kejadian itu, saya bertanya, “Lho, bukankah kamu itu tidak bersalah, katanya kalau orang benar pasti selamat.” Dan ia hanya menjawab dengan senyuman.

bulu perindu sukma

Bacaan Paling Dicari:

error: Content is protected !!