Menelusuri Lebih Dalam Rahasia Alam Jin

Mari Menelusuri Lebih Dalam Rahasia Alam Jin

Jin adalah makhluk ghaib yang bersama-sama manusia mendiami alam semesta. Jin, berasal dari bahasa Arab yang artinya: terselubung. Oleh sebab itu keberadaannya tidak bisa dilihat oleh mata telanjang, kecuali orang-orang yang telah dibukakan hijab ghaib pemisah antara alam manusia dengan alam jin.

Padahal jika kita mengetahui bahwa jin tersebut juga hidup bersama-sama kita. Ia bisa hidup di dalam rumah yang dihuni manusia, atau berkebun pada lokasi yang sama dengan kebun kita. Hanya karena kebijakan dan yang Maha Pengasih maka diberikan hijab (penutup) agar manusia tidak bisa melihat alam jin.


Baca Juga :


Jin memiliki kewajiban sebagaimana yang dibebankan kepada manusia. Jika ada yang membedakan adalah unsur dasar penciptaannya. Manusia diciptakan dari unsur-unsur tanah dan jin diciptakan dari unsur dasar api.

Dalam surat Ar-Rahman 14-15 dijelaskan: surat ar rahman

Perbedaan yang lain, diantaranya: jin bisa melihat manusia tetapi manusia tidak melihat jin. Manusia hidup hanya mencapai umur kurang dari seratus tahun, sementara jin bisa mencapai ratusan tahun. Sedangkan dalam banyak hal Jin memiliki kesamaan dengan manusia seperti kewajiban beribadah. Sebagaimana tersurat dalam Adz-Dzariyat 56-57:

surat adzariat

Dalam banyak hal antara budaya jin dan manusia hampir sama. Seperti dalam menuntut ilmu, jin dan manusia sama-sama memiliki keinginan untuk belajar. Dalam hal biologis pun antara Jin dan manusia memiliki kesamaan. Mereka juga berkembang biak melalui perkawinan.

Wujud Dalam Alam Jin

Hampir setiap disiplin ilmu metafisika selalu memberikan informasi yang berbeda mengenai bentuk jin. Perbedaan ini sebenarnya amat wajar, karena jin memi1iki keanekaragaman dalam bentuk berdasar etnis atau golongannya, di samping itu mereka (para jin) juga memiliki keahlian di dalam menampakkan diri dalam wujud yang selalu berubah-ubah sesuai kehendaknya.

Pada sebagian ahli hikmah mengatakan bahwa wujud jin adalah tidak jauh beda dengan manusia, tetapi dalam bentuk penjelmaan tersebut apabila terjadi persentuhan dengan manusia, suhu badan jin terasakan dingin. Yang muslim umumnya wangi dan selalu berpakaian sesuai tuntutan agama.

Namun penglihatan dalam bentuk penjelmaan itu tidak bisa dihukumi bahwa yang di depan manusia yang melihat itu merupakan bentuk jin yang sebenarnya. Hakikat dari bentuk jin hanya Allah SWT yang mengetahuinya. Sedangkan keterangan dari manusia tak lebih dari apa yang pernah dilihatnya, sehingga wajar saja jika antara satu orang dengan orang lain berbeda pandangan di dalam menjelaskan apa dan bagaimana jin itu.

bulu perindu sukma

Bacaan Paling Dicari:

error: Content is protected !!