Mengenal Ajian Pancasona, Ilmu Kebal Warisan Leluhur Kejawen

ajian pancasona dan rawa rontek

Ajian Pancasona merupakan ilmu kebal jaman dulu yang digunakan untuk memperkuat diri dari serangan senjata apapun. Amalan ilmu kebal ini dimanfaatkan orang jaman dulu untuk berperang. Konon kabarnya, orang yang memiliki ajian pancasona ini akan kebal dari senjata apapun baik pedang, golok, hingga senjata api sekalipun.

Selain itu orang yang mengamalkan ajian pancasona ini dipercaya tidak bisa mati. Karena saat tubuhnya terpisah sekalipun tetapi kemudian menyentuh tanah, maka tubuhnya akan menyatu kembali, dan orang dengan ilmu kebal ini akan hidup kembali.

Ajian pancasona banyak digunakan oleh pejuang-pejuang masa silam untuk melawan penjajah. Beberapa arsip Belanda kuno bahkan sempat menuliskan keampuhan ajian pancasona ini. Tentara-tentara Belanda sering kewalahan jika berperang secara fisik dengan jawara-jawara tanah air. Bukan hanya kulit mereka yang tak tembus peluru, tulang mereka juga sekeras baja.

Baca juga : Mempelajari Tuah Wesi Kuning Sebagai Sarana Keselamatan

Mereka tak akan bisa dikalahkan ketika berperang. Tubuhnya yang terluka saat duel bisa dengan sekejap kembali pulih, tubuhnya yang terputus bisa kembali menyatu, bahkan saat ia mati, ia bisa hidup kembali. Inilah yang membuat belanda kalang kabut, dan mulai menerapkan politik lain untuk mengalahkan Indonesia jaman dulu. Yaitu dengan menggunakan politik adu domba (devide et impera).

Perbedaan Ajian Pancasona & Ajian Rawa Rontek

Banyak yang masih menganggap jika ajian pancasona itu sama saja dengan ajian rawa rontek, padahal sebenarnya tidak juga. Memang, khasiat dari kedua ilmu kebal ini adalah sama. Sama sama sulit dibunuh dan kebal terhadap senjata apapun.

Akan tetapi hal yang membedakan Ajian pancasona dan Ajian Rawa Rontek adalah dari efek sampingnya. Jika orang yang mengamalkan ajian rawa rontok akan mudah panas dan emosi. Sedangkan pancasona tidak. Selain itu amalan pancasona lebih berat dijalankan ketimbang rawa rontek. Walaupun sebenarnya kedua amalan tersebut sulit dijalankan. Akan tetapi pancasona cenderung lebih berat.

Jika disimpulkan, pancasona merupakan aliran putih, sedangkan rawa rontek adalah ilmu kebal versi hitam.

Masih Perlukah Ilmu Kebal Jaman Sekarang?

Untuk saat ini, di jaman yang modern ini ajian pancasona dianggap tak lebih dari sebuah dongeng atau cerita sebelum tidur untuk anak-anak. Karena banyak orang, khususnya pemuda-pemuda yang tidak percaya bahwa para pejuang kejawen dulu mempunyai ilmu ampuh ini. Bisa dikatakan ilmu pancasona ini sudah mulai punah ditelan zaman.

Baca Juga : Cara Mengetahui Ciri-ciri Wesi Kuning Asli

Selain karena tirakat yang berat, banyak para pakar spiritual jaman dahulu yang enggan menurunkan ajian ini kepada muridnya. Mengingat dampaknya yang mengerikan. Konon orang yang mempunyai ajian ini sulit dikebumikan. Jasadnya susah diterima oleh bumi.

Kami pun juga tidak menyarankan Anda mempelajari ilmu kebal ini, karena di jaman modern seperti ini ilmu kebal mulai tidak berfungsi. Orang jaman sekarang sudah tidak lagi menggunakan kekuatan fisik untuk mengalahkan lawannya. Mereka sekarang menggunakan otak dan akalnya.

Amalan Ilmu Pancasona

Seperti yang sudah kami sampaikan tadi kami tidak menyarankan Anda untuk mempelajari ilmu pancasona ini karena beberapa sebab yang sudah disebutkan. Namun jika Anda ingin sekedar tahu sebagai pembelajaran, atau memang Anda membutuhkannya untuk melindungi diri. Maka kami akan memberikan amalannya.

Baca Juga : Kisah Minak Jinggo & Benda Pusaknya Wesi Kuning Yang Melegenda

Memang pekerjaan seperti security atau dibidang kekuatan fisik, ajian ini sangat cocok. Akan tetapi kami tidak bertanggung jawab dengan segala resiko yang terjadi. Semua resiko Anda yang tanggung. Berikut adalah amalan ilmu pancasona :

  • Amalan pertama adalah melakukan puasa senin kamis selama 7 bulan secara berturut-turut.
  • Setelah puasa senin kamis tersebut selesai, 3 hari berikutnya lanjutkan dengan puasa sunah 40 hari secara berturut-turut pula.
  • Selama berpuasa senin kamis dan puasa 40 hari, setiap kali sholat fardlu, bacalah rapal ajian pancasona di bawah ini sebanyak 21 kali.
  • Selama berpuasa, Anda juga diwajibkan untuk melaksanakan sholat hajat setiap malam dan membaca rapal ajian pancasona sebanyak 21 kali.
  • Malam terakhir yaitu hari ke 41 puasa, pastikan Anda tidak tidur selama sehari semalam. Usahakan selalu menjaga kesucian badan dari hadas dan najis.

Untuk menjaga karomahnya, Anda diharuskan untuk setiap kali usai sholat fardlu membaca mantra pancasona di bawah ini sebanyak 3 kali.

Bismillahirrohmanirrohim,
niyat ingsun amatek ajiku aji pancasona,
ana wiyat jroning bumi, surya murub ing bantala,
bumi sap pitu,anelahi sabuwana,
rahina tan kena wengi, urip tan kenaning pati,
ingsung pangawak jagad, mati ora mati.

Tlinceng geni tanpa kukus, ceng, cleneng, ceng, cleneng,
kasangga ibu pertiwi, tangi dewe,urip dewe aning jagad,
mustika lananging jaya, hem,aku si pancasona,
ratune myawa sakelir.

Bagaimana? masih tertarik mempelajari ajian pancasona setelah melihat beratnya amalan yang perlu dilakukan? Semoga bermanfaat.

kristal anti santet

Bacaan Paling Dicari:

error: Content is protected !!