Mengenal Gurah, Apa itu, Fungsi & Manfaatnya Untuk Kesehatan

gurah

Gurah atau cara tradisional membersihkan rongga hidung dan tenggorokan dengan cara mengeluarkan lendir ingus, menurut Ahmad Sudigto sering kali diramu dengan, ajaran-ajaran mistik.

Ahmad Sudigto mengaku memperoleh ilmu gurah dari seorang guru llmu batin pada tahun akhir 1990. Menurutnya, ilmu ini hanya dipratekkan untuk  lingkungan keluarga terdekat saja.

Sebagaimana para ahli ilmu gurah yang lain, Ahmad Sudigto juga menggunakan pohon srigunggu sebagai bahan pokoknya. Namun demikian, pada pasien tertentu sari dari pohon itu dicampur dengan bahan yang lain.

“Biasanya, saya menggunakan tambahan berupa semut hitam,” akunya.

Dijelaskan, tujuan utama dari gurah adalah membersihkan rongga hidung dan tenggorokan dari lendir-lendir yang disebabkan oleh proses produksi yang secara alami memang harus terjadi pada tubuh manusia.

Tetapi, manusia sebagai “pengatur” karunia Tuhan itu diperkenankan untuk mengatur karunia-Nya. Artinya, ketika lendir itu dirasa sudah mengganggu kesehatan hidung dan tenggorokan sehingga mengganggu suara dan pernapasan, manusia dapat menguranginya.

Walau berfungsi untuk kesehatan, gurah banyak diminati kalangan orang-orang yang berprofesi sebagai “penjaja” suara. Apakah itu dari penyanyi, pranata cara/MC, penceramah, qari’, maupun juru bicara.

Gurah, menurut Ahmad Sudigto terbagi menjadi tiga bagian. Yaitu, gurah lalapan, gurah ramuan den gurab sedotan.

Gurah Lalap

Pemanfaatan gurah lalap bertujuan untuk mengurangi lendir sekaligus menjernihkan suara. Caranya cukup sederhana. Menurut Digto, panggilan akrabnya, sore hari ketika mega(awan) sudah memerah, petiklah daun muda (pupus) daun awar-awar sebanyak 7 lembar.

daun awar awar

Ketika hendak memetik, mengucapkan bacaan sebagai berikut:

Bismillahir rahmanir rahim. Aku tidak memetik daun awar-awar, melainkan memetik suara Nabi Daud.

Selanjutnya, pupus daun awar-awar itu dibungkus dengan daun pisang (kalau dalam bahasa jawanya : di-pes) lalu diletakkan pada bara. Dengan diberi sedikit garam, lebih afdhol. Dalam keadaan masih hangat pepesan daun muda awar-awar tadi dimakan.

Pohon awar-awar ini memiliki ciri khas diantaranya, daunnya lebar dan sering tumbuh pada lobang sumur yang sudah tua (tidak dimant’aatkan). Menurut orang-orang tua, konon, jenis pohon ini memiliki tuah tersendiri, mulai dari daun hingga kayunya apabila diambil (dipetik) pada tanggal 1 Muharram atau 1 Sura.

Gurah Ramuan

Pembersihan lendir dan menjernihkan suara, dapat juga dilakukan dengun meminum ramuan. Menurut Digto, bahan-bahan yang digunakan adalah :

  • Kayu legi
  • Gula batu
  • Gagang pohon sirih

Ketiga bahan ini direbus dan masih dalam keadaan hangat, diminum.

Sedangkan cara yang lebih sederhana, Anda dapat hanya dengan menggunakan 7 lembar daun sirih yang direbus dengan air. Juga masih dalam keadaan hangat, rebusan air sirih itu diminum.

Gurah Sedotan (Cor)

Guruh, menurut Digto, yang paling baik adalah gurah jenis sedotan. Istilah ini juga sering disebut dengan gurah cor. Yaitu memasukkan cairan khusus pada kedua lobang hidung.

Dilihat dari sisi hasilnya, gurah jenis ini yang paling baik. Karena, dalam waktu singkat, seseorang merasakan secara langsung proses keluarnya lendir dari kerongkongan dan lubang hidungnya.

Gurah sedotan atau cor memang disertai rasa sakit yang bervariasi. Artinya, suatu jenis bahan dengan komposisi tertentu juga menimbulkan reaksi sakit (perih), bahkan seorang pecandu rokok pun akan merasakan saki yang lebih dibanding orang yang tidak merokok atau bukan perokok berat.

Karena itu, seorang ahli gurah, menurut Digto, sebelum melakukan gurah hendaknya melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan pasiennya. Terutamanya tentang kebiasaan si pasien, apakah dia seorang perokok berat atau tidak, termasuk juga tentang penyakit-penyakit (fisik) yang sedang diderita oleh pasien.

Tentang bahan pokok yang dimanfaatkan untuk pengecoran lobang hidung dikalangan ahli gurah tidak ada keseragaman. Ahmad Sudigto pun tidak terikat dengan salah satu jenis. Terkadang dia menggunakan sari dari daun srigunggu, terkadang hanya dengan kunyit, madu murni yang sudah dicampur dengan air putih yang sudah dimasak. “Tergantung dari keluhan penyakit pasien,” kata Digto ketika ditanya tentang ramuan khususnya.

jimat pelarisan

Bacaan Paling Dicari:

error: Content is protected !!