Mengenal Uang Asmak & Apa Bedanya Dengan Uang Bibit & Uang Balik

uang asmak khasiatnya

Uang asmak dalam tata bahasa berasal dari kata uang dan asmak. Uang adalah alat pembayaran, sedangkan makna asmak adalah doa. Jadi bisa dikatakan uang asmak adalah uang yang didoakan dan diritualkan dengan metode dan cara tertentu.

Tujuan uang asmak tidak lain adalah sebagai sarana untuk memperlancar rejeki. Perhatikan katanya dengan baik, yaitu memperlancar rejeki. Disini uang asmak bukanlah sarana untuk mendatangkan rejeki, melainkan memperlancar rejeki.

Jadi apakah uang asmak dikatakan sakti? Tidak juga. Karena sarana tersebut adalah untuk membantu memperlancar rejeki. Rejeki itu datangnya tentu saja dari Tuhan. Jadi berdoa dan meminta rejeki ya sama Tuhan, bukan dari uang asmak ini. Uang asmak hanyalah sebagai sarana.

Oleh para pakar spiritual ini uang asmak idealnya dirajah dari uang khusus yang tidak dikeluarkan secara resmi oleh Bank Indonesia. Sebab mencorat-coret uang resmi dengan alasan apapun tetaplah melanggar hukum. Setelah diritualkan dan dirajah, sebagian orang sengaja melaminating uang asmak agar rapi dan lebih mudah disimpan.

Uang Asmak Berbeda Dengan Uang Bibit & Uang Balik

Belakangan ini banyak yang mengira bahwa uang asmak, uang bibit dan uang balik itu sama. Mereka mengira uang asmak, uang bibit dan uang balik itu adalah uang yang setelah dibelanjakan maka secara gaib akan kembali kepada kita. Ini merupakan logika yang salah kaprah.

Dari segi manfaatnya memang ketiganya sama, yaitu sama sama memperlancar rejeki bagi pemiliknya. Namun dari segi karakteristik sedikit ada perbedaan dari ketiganya.


Baca Juga :

jimat keris semar

Uang bibit atau uang bibit pesugihan hampir sama dengan uang asmak. Bedanya, uang bibit lebih banyak digunakan oleh para pedagang atau mereka yang memiliki usaha. Bukan bekerja sebagai karyawan atau ibu rumah tangga.

Alasanya sederhana, uang bibit berfungsi sebagai bibit atau benih untuk mendatangkan kekayaan. Yaitu dengan cara mendatangkan uang dengan uang. Caranya, uang bibit harus disertakan dalam modal usaha. Supaya mengalir lancar dan memberikan berkah bagi pemiliknya. Oleh karena itu, uang bibit pesugihan yang diproses dengan benar seharusnya tidak boleh dirajah.

Beda dengan uang asmak yang cara pakainya adalah dengan dirajah kemudian uang tersebut dijadikan sebagai pegangan untuk mendatangkan rejeki. Maka dari itu uang asmak bentuknya bukanlah uang asli yang resmi dikeluarkan oleh pemerintah.

Beda lagi dengan uang balik, orang-orang kebanyakan percaya bahwa uang balik adalah uang yang bisa kembali setelah dibelanjakan. Jadi Anda belanja dengan uang balik, lalu setelah Anda pulang uang tersebut secara gaib akan kembali kepada Anda. Sebenarnya hal ini merupakan mustahil. Dipahami secara nalar pun tidak akan bisa.

Akan tetapi kami cukup heran, karena ternyata masih banyak yang tertipu dengan para oknum yang mengatasnamakan paranormal kemudian membuka layanan uang balik. Yang tentu saja hal ini termasuk ke dalam penipuan.

loading...

Bacaan Paling Dicari:

error: Content is protected !!