Orang Gila Masuk Surga Atau Neraka?

orang gila

Hikmah & Humor Metafisika – Orang Gila Masuk Surga Atau Neraka?

Suatu Malam ada seorang lelaki nyleneh yang dikerumuni banyak orang. Karena ia mengaku bahwa dirinya sebagai orang gila, seorang santri bertanya kepadanya.

“Bagaimana hukumnya orang gila?”

“la tidak terikat oleh larangan dan perintah,” jawabnya.

“Bagaimana kalau ia meninggal, masuk surga atau neraka,” tanya santri itu sekali lagi.

“Orang yang gila itu kalau mati tempatnya ada diantara surga dan neraka, jika melihat surga ia menangis karena ingin memasukinya dan kalau melihat neraka ia juga menangis lantaran takut melihat umat lain yang disiksa,” jawab lelaki nyleneh itu.

“Berarti nanti di akhirat sana kerjanya hanya menangis saja?” tanya Markaban.

“Ya, tetapi kisah ini berasal dari orang-orang tua terdahulu, tidak memiliki dasar hukum yang kuat,” jawab lelaki itu.

“Tetapi aku menganggap orang gila itu masuk neraka, karena penyebab gila pada umumnya bersumber dari ketidak tawakalan iman, seperti orang yang ditinggal mati kekasih, harta yang ludes karena musibah, sehingga aku yakin bahwa gila itu sendiri sudah merupakan siksa dari Tuhan,” kata seorang yang hadir dalam kerumunan itu.

Karena merasa dilecehkan, orang nyeleneh tersebut mulai emosi dengan wajah merah garang. Dengan sorot mata tajam ia memandangi orang yang menyinggung perasaannya. “Menurutku, orang gila justru orang yang paling tawakal kepada Tuhan,” kata lelakl nyleneh itu bernada tinggi.

Sesorang yang melihat suasana perdebatan itu makin memanas, segera menengahinya. “Baiklah, kita beri kesempatan Bapak Imam Mahdi untuk berbicara.”

“Sebelum aku berbicara aku ingin tanya, apa arti tawakal itu?” tanya lelaki nyleneh tersebut.

“Tawakal adalah berserah diri kepada Tuhan,” jawab Markaban.

“Kalau demikian, dalam hal tawakal kalian tidak bisa menyamai tawakalnya orang gila. Lihat kehidupan mereka, di pasar-pasar, terminal, stasiun atau yang berjalan mengukur jalan raya itu, mereka saking tawakalnya sehingga tidak butuh pakaian untuk mencegahnya dari masuk angin, mereka tidak butuh payung untuk berlindung dari hujan dan panas, mereka saking tawakalnya sehingga makan nasi busuk tidak mules dan makanan yang dirubung lalat pun tidak menimbulkan penyakit. Mampukah kalian menyamai ketawakalan mereka ?” kata lelaki nyleneh tersebut.

ayat seribu dinar

Bacaan Paling Dicari:

error: Content is protected !!