Minyak Ampuh Untuk Pelet : Minyak Kawiyang

minyak kawiyang

Minyak ampuh untuk pelet selanjutnya adalah minyak kawiyang. Minyak kawiyang yang disebut juga minyak Sumbulik. Menurut sejumlah sumber, minyak ini berasal dari pegunungan Kinibalu. Ada sebuah legenda yang melatarbelakanginya.

Konon pada zaman dahulu pernah hidup dan menetap di kaki pegunungan tersebut seorang janda cantik, yang kecantikannya kian tahun makin bertambah hingga mampu menaklukkan banyak lelaki yang melihatnya. Namun sayang setiap ia bersuami tak pernah lama sebab selalu bercerai.

Saat sang janda cantik ini menyongsong ajalnya, datanglah suami-suaminya yang semuanya berjumlah 99 orang. Mereka menangis karena merasa bersalah melupakan dan meninggalkan isterinya. Di tengah suasana sedih dan haru tersebut terdengarlah suara gaib, yang mengatakan bahwa isterinya telah meninggalkan suatu benda berupa cawan berisi minyak untuk suami-suaminya tercinta.

Dan meminta mereka membagi dan memeliharanya sebagai bukti cintanya sekaligus sebagai kenangan agar para suaminya tak pernah lagi melupakannya. Minyak inilah yang kemudian dikatakan Minyak Kawiyang. Menurut informasi yang berhasil saya himpun, Minyak Kawiyang ini terdiri dari beberapa jenis, yaitu:

1. Minyak Kawiyang berwarna hitam

Berguna untuk kedigjayaan di antaranya untuk kekebaIan, menghilangkan dan menmgkatkan wibawa.

2. Minyak Kawiyang berwarna merah

Berguna untuk peringan tubuh dan memerintah bala tentara jin. Menurut sumber, dengan mengggunakan minyak ini akan mempercepat suatu perjalanan. danau dan sungai yang bermeter-meter jaraknya akan dengan mudah diseberangi hanya dengan satu kali loncatan. Kalau ada suatu perkelahian dapat memerintah bala tentara jin.

3. Minyak Kawiyang berwarna hijau

Berguna untuk santet dan teluh bahkan juga untuk obat awet muda dengan menggunakannya untuk menghisap darah orang melahirkan. Caranya minyak yang berwarna hijau ini dioleskan di leher kemudian leher akan putus dan terbang mencari sasaran korban.

Minyak ini bila dioleskan pada sebatang jarum setelah dipuja terus diperintah untuk menyakiti seseorang maka jarum itu akan hilang seketika dan masuk secara gaib ke urat-urat nadi orang yang dituju. Hingga dalam waktu yang tidak begitu lama orang tersebut akan mati.

4. Minyak Kawiyang berwarna kuning

Dapat digunakan untuk minyak pelet. Menurut sumbernya, tak perlu mantra. Tak perlu sesaji atau hal-hal yang sering dilakukan orang untuk memelet. Tapi cukup dioleskan sedikit di ujung jari kemudian taruh di telapak tangan kanan kemudian digosok-gosok kedua tangan tersebut selanjutnya sentuhkan ke kulit orang yang dituju baik dengan cara salaman atau lain sebagainya.

5. Minyak Kawiyang berwarna putih

Keampuhannya mampu mendatangkan harta keka­yaan. Konon, tanpa dikerjakan maupun diperintah si pemilik mampu mendatangkan uang sendiri. Uang tersebut berasal dari bank gaib, yakni dari kapal-kapal tenggelam, pesawat terbang jatuh, rumah-rumah terbakar dan sebagainya, tennasuk uang dari orang-orang kaya yang tidak membayar zakat.

Begitu unik Minyak Kawiyang ini yang konon jaga oleh khadam sejenis jin jelmaan dari janda yang ditinggal para suami tersebut. Minyak Kawiyang sendiri berbentuk seperti agar-agar tapi berdenyut dan seperti hidup. Minyak ini harus ditempatkan dalam sebuah ruangan yang tidak boleh ada cermin dan harus ada lobang angin yang cukup besar dan tidak boleh lubang tersebut ditutup dengan kawat nyamuk. Bahkan, cupu tempat minyak ini tidak bisa sembarangan, harus disimpan dalam cupu yang berwarna. Kalau ditempatkan dalam sembarang cupu maka tempat itu akan pecah.

Untuk menempatkan cupu yang berisi Minyak Kawiyang pun tidak boleh dilakukan sembarangan. Cupu tersebut harus diletakkan di alas alas kain yang disusun sebagai berikut:

  • Paling bawah diberi alas kain berwama putih, yang artinya lambang kematian.
  • Bagian tengah diberi alas kain berwama kuning, yang artinya lambang penolak segala kejahatan.
  • Dan terakhir atau paling atas diberi alas kain yang berwarna hitam, yang berarti lambang keramat.

Kemudian di alas kain tersebut ditaruh piring putih polos yang terbuat dari poslen (jangan dari kaca), dan piring tersebut harus diberi beras biasa dicampur dengan beras ketan putih kurang lebih setengah piring. Setelah itu barulah cupu yang telah berisi Minyak Kawiyang diletakkan di atasnya.

Minyak Kawiyang yang asli bentuknya seperti agar agar yang bila dikeluarkan dari cupunya tidak bisa putus. Biasanya akan membentuk seperti tali kecil dan apabila dilepas ia akan kembali masuk ke cupunya seperti semula.

Minyak sakti ini tidak bisa sembarangan dipindahtangankan. Pemindahtanganan boleh dilakukan apabila pemilik yang memeliharanya sudah mencapai jangka waktu tiga tahun. Dan pemberian minyak ini jangan sampai dilakukan pada malam hari sebab bisa berbahaya.


Baca juga :


Bagi orang yang meminta minyak ini harus menyediakan sebuah cupu ratak seribu (botol sangat kecil) dan sebuah gunting emas sebagai pemotong minyak tersbut. Penggunaannya harus setelah tiga bulan, dengan ketentuan tidak melakukan kesalahan atau pelanggaran dalam pemeliharaan dan perawatannya.

Kelemahan minyak Kawiyang adalah jangan sampai terkena air comberan. Kalau terkena air comberan maka minyak ini akan mati dan tidak bisa berfungsi lagi.

batu giok pengasihan

Bacaan Paling Dicari:

error: Content is protected !!