Profil Paranormal Jeng Mira : Spesialis Seksualitas & Impotensi

jeng mira paranormal

Profil Paranormal Jeng Mira : Spesialis Seksualitas & Impotensi

Kedengarannya agak aneh, jika ada paranormal wanita mengkhususkan pada pengobatan gangguan seksual. Persepsi orang bisa beragam, bahkan ada rumor yang bernada sinis melihat profesi itu,” Ah, bangkitnya burung Joyo itu sih karena yang mengobati seorang wanita, ayu lagi….”

Benarkah demikian ? Jeng Mira yang tinggal di Jalan Tamansiswa Gang Wirokusumo Nyutran Mg 11/1401 Yogyakarta menolak anggapan itu. Ia mengisahkan, perjalanannya hingga mencapai profesi seperti yang sekarang diraih ditempuh dengan laku yang panjang.

Selain yang bersifat batin, ia juga banyak belajar pijit dan ramu-ramuan dari ayah kandungnya, almarhum Wano Salam asal Ngadiluwih, Kediri, Jawa Timur, yang juga seorang yang rajin mempelajari khasiat tumbuh-tumbuhan.

Menurut Jeng Mira, bakat sebagai penyembuh itu warisan dari ayah kandungnya. Bahkan, dari ayahnya pula Jeng Mira mendapat dorongan moral. “Kalau berniat menolong, jangan setengah-setengah,” begitu pesan ayahnya ketika masih hidup.


Baca Juga : 


Pengenalan Jeng Mira terhadap rempah-rempah dimulai dari kecil. “Waktu kecil saya suka membantu ayah mencari rempah-rempah,” akunya. Maka, tanpa ia sadari, ketika usianya bertambah, bertambah pula pengetahuannya tentang bahan-bahan dasar ramuan itu. Dan ia rasakan manfaatnya di kemudian hari.

Selain mempelajari khasiat rempah-rempah, Jeng Mira juga rajin melakukan laku batin. Berpuasa mutih merupakan kegiatan rutinnya semenjak remaja. Di samping itu, sebagai orang yang dilahirkan di lingkungan keluarga muslim, Jeng Mira juga rajin shalat malam.

Karena, sebagaimana dijelaskan oleh almarhum ayahnya, shalat malam memiliki banyak fungsi. Di samping sebagai sunnah, efeknya bisa menajamkan mata batin. Dan ini menjadi dasar yang paling dasar untuk dimiliki, apabila seseorang hendak menerjuni dunia keparanormalan.

Jeng Mira meyakini bahwa kekuatan ekstra (daya linuwih) itu bersumber dari Tuhan. Karena itu, untuk memintanya, haruslah dengan mendekatkan kepada-Nya. Dan ia merasakan, hasil dari pendekatan itu menyebabkan ia mudah menerima masukan ilmu, baik dari buku-buku maupun dari orang-orang yang berkenan menambah wawasan keilmuannya. “Mungkin Tuhan sudah menakdirkan saya menjadi juru sembuh,” katanya.

Jeng Mira Berjuang Sendiri

Kehidupan keluarga Jeng Mira boleh dikata tak semulus saudara-saudaranya yang lain. Ketika belum tamat SMA, Jeng Mira sudah disunting jejaka yang kemudian memberikan dua anak perempuan. Namun karena suatu penyakit infeksi yang menyerang otak, sang suami meninggal.

Ditanya apakah profesi sebagai paranormal, terlebih yang berhubungan dengan urusan “alat” laki-laki itu didukung suaminya, Beliau menjelaskan bahwa suaminya sangat mendukungnya. “Dulu saya sering berdiskusi membahas tentang jalur penyembuhan yang saya pilih,” kata Jeng Mira mengenang almarhum suaminya.

Semenjak itu, Beliau berjuang sendiri mengatasi segala persoalan hidup. Namun ketika ditanya apakah berniat mengakhiri masa kesendiriannya, ia hanya menjawab dengan senyum.

Karena hidup sendiri itu pula, sering Jeng Mira menerima risiko. Selain digunjingkan orang, ia juga sering digoda pasien. Tetapi sejauh ini tidak ada yang berani kurang ajar. “Mereka hanya menggoda dengan gurauan-gurauan. Karena sering digoda, rasanya sudah kebal,” katanya sambil tersenyum.

Menurut Jeng Mira, hampir sebagian besar pasiennya adalah mereka yang mengidap gangguan seksual. Mulai dari total daya tempurnya, ejakulasi dini, bahkan ada juga yang ingin memperbesar dan memperpanjang alat kelaminnya. Sedangkan sebagian kecil dari pasien itu adalah kaum wanita yang mengidap frigit (dingin), keputihan, dan kurang subur kandungannya.

“Selain penyakit gangguan seks, saya juga menangani penyakit lain, seperti diabetes, rematik, ambien dan stres,” katanya. Sistem pengobatan yang diterapkannya dalam menangani keluhan pasien, menggunakan terapi zona, pemijatan dengan alat-alat akupuntur untuk memperlancar peredaran darah yang menghambat simpul syaraf.

Sedangkan sebagai pemacu proses itu, Jeng Mira juga memanfaatkan ramuan, yang bahan bakunya saja ada yang sampai dua puluh jenis, seperti tangkur buaya, anak menjangan, gingseng, madu dan rempah-rempah yang sebagian besar tumbuh di Indonesia.

Bagi pasien wanita yang kurang subur kandungannya, Jeng Mira perlu meneliti apakah pasien itu mengidap kelainan medis atau tidak. Khusus mereka yang mengalami penyempitan pada liang rahimnya, Jeng Mira mengaku angkat tangan.

“Metode saya hanya menjamah pada urusan penyuburan sel telur,” akunya. Maka pasien yang mengidap kelainan tertentu, seperti penyempitan liang rahim, disarankan untuk operasi oleh kalangan medis. “Diberi penyubur pun percuma,” katanya lebih Ian jut.

Tentang memperpanjang atau memperbesar alat kelamin, Beliau mengaku sangat optimistis akan keberhasilannya. “Hampir yang datang ke sini menyatakan berhasil,” katanyanya berpromosi. Caranya? Selain dengan cara batin, ada juga jamu dan ramuan yang harus dioleskan pada alat itu.”

raja perkasa

Jeng Mira, menjelaskan, khusus untuk pijatan dan pengolesan ramuan pada alat kelamin, ia cukup memberikan contoh pada alat peraga. Seterusnya, pasien melakukannya di rumah, maksimal dua hari dalam satu hari. Kata Jeng Mira, sepanjang cara itu dilakukan dengan tekun dan berkesinambungan, maka hasilnya tidak akan mengecewakan.

“lnsya Allah, paling lambat dua puluh lima hari penambahan itu sudah bisa dirasakan,” kata Jeng Mira meyakinkan. “

Tetapi untuk mereka yang menghendaki hasil lebih baik lagi, masih ada cara yang harus dilakukan setelah resep pertama selesai, tidak sampai setengah tahun,” katanya lebih lanjut. Masalah berapa pasien harus membayar untuk itu, Beliau menjelaskan bahwa la tidak memiliki tarif resmi. Yang pasti, makin tinggi pasien memberikan uang, makin banyak juga ramuan yang didapatkannya.

Sedangkan bagi pasien yang tidak mampu, Jeng Mira tidak memaksakan untuk memberi resep secara penuh. Dengan kata lain, resep itu bisa ditebus keseluruhannya atau sebagian saja.

batu combong

Bacaan Paling Dicari:

error: Content is protected !!