Profil Paranormal RA Sri Triantini : Sang Ahli Mengotak-atik Hari Weton

profil paranormal RA Sri Triantini

Banyak Media dan metode yang digunakan oleh paranormal untuk menyelesaikan berbagai problem pasiennya. Ada yang menggunakan air, bibit minyak wangi, bunga, pusaka, atau benda-benda magis yang diberi mantra untuk menangani kasus-kasus tertentu. Namun, yang dilakukan RA Sri Triantini adalah mengamati tanggal hari weton kelahiran. Kelahiran hal itu dianggap berhubungan erat dengan rahasia ruh.

Kepada para pasien yang datang, saya meminta data tanggal kelahiran, hari wetonnya, tempat tinggal, dan foto, untuk mempermudah penanganannya. Tapi dari syarat-syarat itu yang paling penting adalah weton, karena menyangkut rahasia ruh. Untuk hari dan pasaran, saya bisa mencari berdasarkan data tanggal bulan tahun. Kalau dicermati, ternyata antara nama dan weton setiap orang tidak ada yang sama. Karena hal itu menjadi rahasia Allah,” tutur Triantini, di rumahnya, JI. Duku lII CA 256 Pondok Candra, Sidoarjo, Timur Surabaya.

Dia tegaskan, untuk menyembuhkan berbagai penyakit, hogi, menarik rezeki atau merujukkan suami-istri yang berseteru bisa lewat weton. Di rumahnya yang bersebelahan dengan masjid itu, tamu-tamu datang dan pergi. Dari buku catatan keluhan tamu, banyak yang berasal dari Jakarta, beberapa di antaranya adalah utusan pejabat tinggi negara. Ada yang dari Semarang, Bandung, Surabaya, dan beberapa daerah lain. “Mereka ada yang saya suruh bersedekah pada fakir miskin dan pengemis yang dikumpulkan, kemudian saya memimpin doa dan mereka yang mengamini” ujarnya.

“Sebagian besar keluhan pasien adalah masalah jabatan dan hogi. Ada yang ingin menjadi bupati, wali kota, direktur utama suatu Perusahaan atau kantor pajak. Ada yang meminta usulan proyeknya diterima. Ada yang ingin rezeki yang seret jadi lancar. Untuk kasus-kasus berat biasanya saya garap selama tiga malam berturut-turut,” ungkapnya.

Karena itu, Mbak Tini, panggilan akrabnya, setiap hari tidur pukul 23.00 dan bangun pukul 02.00, paling lambat 02.30. Kemudian salat tahajud. Pada rakaat pertama dan kedua, setelah membaca Fatihah, dilanjutkan dengan bacaan Ayat Kursi 170 kali. Selanjutnya dia baca Surat Yasin serta beberapa amalan zikir khusus. Sebelum prosesi ritual itu ditutup, berbagai persoalan pasien diutarakan kepada Yang Maha Kuasa.

Tini mengaku bahwa modalnya hanya rajin salat dan menjalankan berbagai sunah. Setiap selesai salat, dibacanya Ayat Kursi 170 kali. Karena terus menerus, dia kemudian merasa memiliki ketajaman batin. Setelah salat subuh, dia mengerjakan keperluan pribadi sambil bersiap menerima telepon dari pasien. Ketika matahari terbit, dia melakukan salat duha, dilanjutkan membaca Surat Yasin sampai duhur, dan mulai pukul 13.00 mulai menerima pasien.

Paranormal yang semasa remajanya senang berkiprah di ajang kontes kecantikan dan balap motor ini, mengaku menerapkan tiga rumus mistis, yakni versi Islam, Jawa, dan Cina. Yakin rumus Islam dipadu rumus Jawa tentang sandang, pangan, gedong, Iara, pati dirangkapi rumus Cina versi Ku Bilai Khan tentang lebih dua adalah hogi tertinggi. “Kedua rumus itu masih 1/3, maka yang 1/3 lainnya dilengkapi rumus lain, termasuk versi Cina. Jadi, semuanya itu dirangkum supaya rapat. Kalau hanya menggunakan patokan hari pindah atau hari perkawinan, buat saya kok kurang efektif dan jarang bisa tepat,” ungkap nenek seorang cucu ini.

“Saya mempraktekkan sistem ini sejak 1986. Tapi kalau sedang haid, walau tidak mengerjakan salat dan membaca Yasin, tetap mengamalkan doa-doa lain, meditasi, dan memonitor kasus-kasus pasien,” ujar ibu dari RA Diah Sinta (21), RM Dimas Bramastyo (20), dan Bagus (12), yang menyantuni pendidikan beberapa anak fakir ini.

Walau proses pematangan dirinya telah dirasakan buahnya, namun hingga kini Mbak Tini tetap gemar bertirakat dengan puasa Senin Kamis, puasa ngebleng, atau tidur sendiri. “Saya sadar bahwa banyak pantangan yang harus dipatuhi oleh orang yang ingin menjadi paranormal. Namun saya anggap itu sudah lumrah sebagai aturan yang harus dipatuhi. Kalau ingin punya kelebihan, ya harus siap untuk mengerem banyak hal. Untuk kehidupan saya sekarang, yang saya cintai itu pertama adalah Allah, baru kemudian lainnya,” ujar Mbak Tini.

Untuk mengetahui keampuhan suatu rumus, menurut Mbah Tini, seorang paranormal kiranya perlu melakukan eksperimen pada dirinya sendiri sebelum diberikan pada orang lain. “Saya sudah sebelas kali pindah rumah, sehingga saya tidak mau ngawur dalam memberikan rumus. Karena itu, kalau persoalan tentang rahasia hari, saya metasa paham,” aku Mbak Tini.

jimat keris semar kuning

Mengamati perabotan rumah bertipe 60 di kawasan Surabaya Timur itu seperti tidak berada dalam rumah paranormal. Tidak tampak pajangan benda-benda magis, tapi justru sarat hiasan trendy. Di ruang tamu terdapat sofa baru, seperangkat audio, bufet, dan di teras terdapat sederet kursi plastik untuk para tamu yang menunggu giliran konsultasi.

Apa Anda memasang tarif ? tanya saya. “Saya tidak memasang tarif, seikhlasnya saja. Nanti Allah yang mengatur rezeki. Meskipun begitu, saya tidak membeda-bedakan hubungan angpao dengan pelayanan. Saya takut kelebihan yang saya dapat ini hilang karena angpao.”

Pengajaran Gaib

Selain menangani problem klien lewat weton tanggal lahir dan foto, Mbak Tini juga memberikan rajah. Padahal, sebelumnya dia tidak paham tentang rajah dan huruf Arab pegon (gundul). Pengetahuan tentang rajah itu, dia akui, didapat secara gaib lewat penampakan almarhum ibunya yang kadangkala datang bersama tokoh-tokoh legendaris.

“Suatu ketika ibu datang bersama tiga lelaki, lalu saya menanyakan identitas mereka. lbu menuturkan bahwa yang di tengah adalah Sunan Kalijaga dan sebelah kanannya adalah Raden Patah, dan seorang lagi saya lupa namanya. Ketika saya menoleh ke ibu dan berpaling lagi ke tiga lelaki itu, ternyata mereka sudah hilang. Karena terkejut, saya berpaling Jagi ke ibu, dan ternyata ibu juga menghilang. Beberapa saat kemudian muncul gambar susunan huruf Arap pegon. Saya berusaha mengingatnya dengan baik,” tutur paranormal yang kini makin sering tampil sebagai pembicara seminar tentang hogi, jabatan, dan perjodohan.

Keesokan harinya dia ke toko buku untuk mencari buku yang memuat bentuk rajah yang dilihat dalam peristiwa gaib itu, tapi tidak menemukannya. Akhirnya dia mencari di kaki lima seputar pasar dan pinggiran jalan, ternyata berhasil menemukan. Setelah dibaca manfaatnya, disalin, dan diberikan kepada pasiennya, ternyata cukup ampuh. Pengalaman itu berlangsung berkali-kali hingga koleksinya makin bertambah.

“Biasanya kalau sedang menangani kasus berat, ibu selalu menampakkan diri. Kalau ibu yang tampak bisa ditafsirkan bakal mendapat berkah. Tapi kalau bapak yang hadir, biasanya akan mengalami susah,” tutur Mbak Tini.

Begitu juga suatu malam ibunya menampakkan diri bersama Bung Karno. Dia masih mengingat pesan ibunya semasih hidup, jika kelak bisa melihat Bung Karno berarti akan mendapat berkah. Karena itu, dia menunggu apa yang akan dikatakan Bung Karno. “Waktu itu saya melihat di kaki Bung Karno ada dua mayat dengan ikat kepala merah putih, lalu dia berkata, inilah tanah airmu. Kemudian dia menghilang bersama ibu. Sesaat kemudian muncul gambar rajah. Lagi-lagi tidak menemukan bukunya di toko buku, tapi justru di kaki lima,” ujar Tini keheranan.

Menjadi Paranormal

Ditanya tentang prosesnya menjadi paranormal, dia mengatakan, sejak di kandungan dia sudah menampakkan keanehan. Ketika ibunya mengandung 6 bulan, ngidam ingin memelihara sepasang anak buaya jantan dan betina. Selama bapaknya belum mendapatkan, bila pulang ke rumah di JI. H. Sapari, ibunya selalu menyambutnya dengan lemparan pisau. Menurut ibunya, jika tidak berhasil mendapatkan sepasang buaya itu anaknya tidak bisa lahir. Setelah tiga bulan berusaha, kemudian bapaknya berhasil mendapatkan di Pantai Selatan. Begitu sampai di rumah, ibunya minta diantar ke rumah sakit bersalin di Bandung.

Ternyata pembawaan bayinya tidak normal, karena setelah keluar tubuh bayinya masih terbungkus selaput, berkalung usus, dan keluarnya begitu kencang, hingga kandungan ibu terbalik. Akibatnya, sang ibu harus dirawat selama 4 bulan, sedangkan bayinya dibawa pulang. Namun sejak Tini lahir, karier bapaknya meningkat, kondisi ekonomi keluarganya membaik. Malah bapaknya, Soedjono, yang saat itu Kapten AD Siliwangi, dikenal sebagai paranormal andal. Karya monumentalnya adalah keberhasilannya mendirikan Akademi Perkebunan Bandung dengan menjabat sebagai rektor. Sementara ibunya melakukan tirakat secara ketat secara otodidak.

Ketika hendak memasuki sekolah dasar, Tini dititipkan pada neneknya di Mojokerto. Sejak itulah, dia merasa hidupnya penuh penderitaan karena terlalu dikekang. Misalnya, dia tidak boleh tidur sore dan harus menunggui neneknya yang meramal lewat kartu remi. Jika neneknya sudah mengantuk, Tini baru boleh masuk kamar tidur. ltu pun harus tidur sendiri, padahal rumah itu dihuni oleh 13 orang. Menjelang subuh sudah harus bangun. “Saya benar-benar tersiksa. Jauh dari orang tua tanpa kasih sayang dan saya ingin mati saja. Setiap hari saya berdoa agar cepat mati karena saya merasa kesepian dan terkungkung,” kata Tini.

Sementara ibunya, Komariah, yang pernah menjadi Ketua PMI pada zaman revolusi, makin gandrung bertirakat, puasa ngebleng, pati geni dan menyepi di makam-makam keramat. Setiap dia diberi uang oleh bapaknya, tidak pernah dipakai sendiri, malah dibagi-bagikan kepada para gelandangan yang mangkal di gerbong-gerbong stasiun. Selama ngelakoni, ibunya tidak mau dandan hingga tampak seperti orang gila. Dia terus berjalan kaki, kadang dari Surabaya ke Malang atau Mojokerto. Selama bertirakat itu, ibunya sering mendapatkan berbagai jenis permata secara gaib, tapi kemudian diberikan kepada orang lain.

Ramalan

Setiap menjelang pergantian tahun. Mbak Tini kerap dimintai ramalannya. Seperti menjelang tahun 1996, ramalan Tini diutarakan pada orang-orang tertentu bahwa Cendana akan susah. Ternyata Ibu Negara, Tien Soeharto, meninggal. “Padahal, waktu itu asal nyeplos saja. Saya utarakan juga bahwa bakal banyak tokoh kita meninggal.

Secara manusiawi, saya berharap janganlah tokoh yang baik-baik yang dipanggil lebih dulu, mbok yang sudah kekenyangan itu saja. Maunya sih begitu.” Ketika ditanya tentang Eddy Tanzil, paranormal ini mengatakan, buron nasional itu sekarang berada di daratan Cina dengan mendapat perlindungai mafia Triad.

Tapi sekarang kesannya sudah ditutup dan yang dikeluarkan hanya seperti yang akhir-akhir ini kita baca sehari-hari. “Sebagai orang kecil, saya merasa senep.” ltulah potret keberadaan seorang Tini yang dengan seperangkat amalannya telah berhasil mempertajam mata batinnya sebagai paranormal.

jimat pelarisan

Bacaan Paling Dicari:

error: Content is protected !!