5 Macam Puasa Kejawen Yang Dipercaya Orang Jawa Dulu Paling Ampuh

puasa kejawen

Puasa Kejawen – Orang jawa di jaman dahulu memang dikenal memiliki kesaktian yang luar biasa. Banyak sekali pendekar-pendekar yang terkenal namanya karena kesaktiannya berasal dari jawa. Kesaktian mereka ini tentu merupakan hasil dari sebuah tirakat atau ritual yang dijalani untuk mendapatkannya.

Rahasia kesaktian orang jawa jaman dahulu tentu bukan berarti tidak ada dasarnya. Banyak yang mengatakan bahwa tipikal orang jawa adalah mau melakukan tirakat walaupun berat. Karena kegigihan dalam menjalani tirakat itulah para jawara jawa pada jaman dahulu sangat disegani.

Salah satu tirakat untuk mencapai sebuah kesaktian ilmu kejawen jaman dahulu adalah dengan puasa. Tidak hanya islam saja yang mengajarkan kita untuk berpuasa dalam memerangi hawa nafsu. Ternyata ajaran agama lain seperti hindu, budha dan lain sebagainya pun mengajarkan puasa untuk pengendalian diri.

Ritual Puasa Kejawen

Puasa kejawen merupakan serangkaian tirakat puasa pada umumnya namun dengan niat yang lebih spesifik. Misalnya saja saat seorang pelaku kejawen ingin mempelajari sebuah ilmu maka dirinya wajib puasa dengan niat memperdalam ilmu tersebut.

Didalam ilmu kejawen dikenal beberapa jenis puasa yang dikenal ampuh dalam menjalani sebuah tirakat. Jenis puasa kejawen tersebut diantaranya sebagai berikut :

1. Puasa Mutih

Puasa mutih merupakan puasa yang sering kita dengar saat seseorang ingin menjalani sebuah tirakat. Seperti namanya puasa jenis ini cara melakukannya adalah dengan makan sahur dan buka dengan nasi putih, tanpa lauk pauk. Selain itu minumnya pun harus air putih saja, tidak boleh ditambahkan sirup atau perasa lain.

Puasa ini biasanya dilakukan selama 3 hari berturut-turut, tergantung apa yang dihajatkan si pelaku. Bahkan beberapa ada yang melakukan puasa mutih ini selama 40 hari. Hal ini dimaksudkan agar orang yang menjalankan puasa mutih dapat membersihkan jiwa dan raganya dengan tujuan mempermudah merasuknya energi dalam meraih ilmu kebatinan.

2. Puasa Weton

Makna weton adalah hari kelahiran. Jadi puasa weton adalah puasa yang dilakukan di hari kelahiran. Ada 6 hari weton dalam peninggalan jawa, atau yang biasa disebut juga sebagai hari pasaran, yaitu Pahing – Pon – Wage – Kliwon – dan Legi.

Beberapa pakar kejawen ada pula yang berpendapat bahwa puasa weton dilakukan dengan cara mengapit hari kelahiranya. Maksudnya jika weton pelaku adalah Senin Pahing, maka pelaku harus berpuasa mulai dari hari Minggu Legi hingga Selasa Pon.


Baca Juga :

garam pangruwat

Khasiat puasa weton bagi orang Jawa dipercaya sebagai penolak sial atau tolak bala atau pencegah kesialan. Hal ini berhubungan dengan kepercayaan orang Jawa yang menganggap hari weton adalah waktu terlemahnya seseorang hingga ia rawan mengalami kesialan dan mudah diserang secara ghaib.

3. Puasa Ngebleng

Ngebleng mempunyai arti dalam bahasa Indonesia adalah kosong. Jadi seorang pelakua puasa ngebleng harus menghentikan segala aktifitas sehari-harinya selain menahan diri untuk menahan lapar dan dahaga. Selain menghentikan aktivitas makan dan minum, pelaku puasa ngebleng juga mengurangi jam tidurnya. Ketika malam pun tidak boleh ada cahaya sedikit pun yang menerangi kamar. Kamar harus gelap gulita.

Biasanya seseorang yang melakukan puasa Ngebleng tidak boleh keluar dari kamarnya selama sehari semalam, hanya diperbolehkan keluar hanya untuk buang air saja.

Hasil yang didapat dari puasa Ngebleng adalah menguatkan sukma atau jiwa dari orang yang menjalankannya. Dan diharapkan bisa menekan nafsu duniawi. Pada umumnya, orang yang menjalankan puasa ini memiliki tujuan agar dimudahkan jalan untuk meraih keinginannya.

4. Puasa Pati Geni

Tujuan Puasa Pati Geni hampir sama dengan Puasa Mutih dan Puasa Ngebleng, yaitu untuk dimudahakan dalam meraih keinginannya. Bedanya Puasa Pati Geni jauh lebih besar khasiatnya, dan tentunya syaratnya pun tidak mudah.

Cara melakukannya hampir sama dengan puasa Ngebleng, namun dalam menjalankan puasa Pati Geni ruangan harus gelap gulita dan tidak diperbolehkan keluar ruangan sama sekali meskipun untuk buang hajat.

Selama menjalankan puasa Pati Geni, diwajibkan memfokuskan pikiran hanya untuk memanjatkan doa agar keinginannya terwujud dan menekan nafsu duniawi. Puasa ini dilakukan selama 24 jam hingga satu minggu oenuh, tergantung pada niatan dan besarnya hajat yang ingin diraih.

5. Puasa Ngeluwang

Puasa ini merupakan puasa yang dilakukan dengan cara yang aneh dan unik. Selain menahan lapar dan haus seperti puasa pada umumnya, pelaku puasa ngeluwang juga harus dikubur dalam melakukan ritual. Cara penguburannya pun pada bagian tertentu, misalnya hanya menyisakan bagian kepala saja, yang lainnya dikubur.

Cukup beratnya ritual puasa Ngeluwang ini menjadi tanda bahwa kenginan yang didapat juga akan besar. Makanya, puasa ini dipercaya akan mendatangkan hal besar. Salah satunya adalah dimampukan untuk menguasai berbagai jenis ilmu gaib tertentu. Puasa ini konon memiliki ujiannya. Jadi, ketika dipendam, si pelaku biasanya akan didatangi oleh makhluk-makhluk gaib dan kemudian menakutinya.

Itulah ke 5 jenis puasa kejawen yang terkenal ampuh sebagai rentetan tirakat untuk mendapatkan hajat tertentu. Semoga bermanfaat.

loading...

Bacaan Paling Dicari:

error: Content is protected !!