Sial itu Siksa Yang Disegerakan

sial siksa yang disegerakan

Sial atau kualat itu memang ada. Dalam kisah agama dikenal sahabat Alqomah yang kualat lantaran mengabaikan ibu kandungnya hanya karena perhatiannya kepada istrinya. Alqomah menghadapi kesulitan saat menghadapi maut, dan beruntunglah, karena “siasat” Nabi Muhammad SAW yang (pura-pura) hendak membakar Alqomah, menyebabkan sang Ibu luluh hatinya hingga berkenan memaafkan Alqomah.

Sial dalam bahasa yang lebih agamis bisa disebut azab yaitu siksaan dari Allah SWT di dunia ini akibat dari dosa-dosa yang diperbuat oleh seorang manusia.

Tidak setiap dosa langsung dinampakkan balasan atau azabnya. Artinya, ada balasan itu yang ditunda, ada yang dibalas nanti di akhirat, namun ada jenis dosa-dosa tertentu yang siksanya segera dinampakkan di dunia ini.

Sial itu Siksa Yang Disegerakan

Diantaranya, yang menempati ranking pertama adalah dosa kepada orang tua, terutamanya kepada Ibu yang melahirkan kita. Menurut orang-orang tua kita, seseorang yang berani atau berbuat aniaya kepada orang tuanya itu digambarkan sebagai berjalan dengan terbalik, kepala di bawah, kaki di atas.

Gambaran ini hanya untuk memperjelas kias, betapa orang yang berani atau zalim kepada kedua orang tua itu hidupnya serba susah. Sesusah orang yang berjalan dengan kepalanya.

Selain dosa kepada kedua orang tua, ada jenis-jenis prilaku negatif yang juga termasuk kategori mempercepat datangnya azab atau sial itu. Diantaranya, zina, memutus hubungan silaturahmi, memakan harta anak yatim/fakir miskin, dan segala hal yang termasuk dalam perbuatan “semena-mena.”

Arti “semena-mena” itu teramat luas. Misalnya, pejabat berbuat zalim terhadap rakyat, rohaniwan “menjual” ilmu agamanya, wartawan membuat berita fitnah, ketua yayasan memotong dana bantuan dari atas untuk kepentingan pribadi, dan sebagainya.

Intinya, setiap perbuatan yang semena-mena itu, siksanya (terkadang) langsung dinampakkan dengan segera. Adapun jenis dari azab itu yang paling sering adalah hidup susah karena seretnya rezeki atau penyakit yang sulit sembuh sehingga harta pun habis untuk biaya berobat.

batu keberuntungan

Kualat itu kalau sudah menimpa, biasanya untuk dihilangkan membutuhkan waktu yang cukup lama. Karena itu, akan lebih baik jika kita menjaga diri jangan sampai melakukan dua hal. Yaitu, durhaka terhadap ibu Bapak dan bertindak yang semena-mena.

Kualat itu seperti orang tertusuk paku berkarat. Bekas tusukannya akan meninggalkan bekas penyakit, walau efek dari tusukan itu sudah disembuhkan.

Agar tidak tertusuk “paku karatan” hindarilah untuk tidak menginjaknya atau jika terpaksa menginjak pun harus mengenakan sandal atau sepatu. Kualat itu bisa diobati dengan memperbanyak tobat, namun jika penyebabnya karena berkaitan dengan perampasan hak orang lain, ya hak itu dikembalikan dan mohon keikhlasan hati kepada orang yang pernah sakit hati itu.

Terhadap orang yang akan kita mintai maaf namun sudah meninggal? Bacakan saja Surat Yasin tiga kali ‘di atas kuburannya. Namun jika itu menyangkut pinjam meminjam atau jual beli, bisa diselesaikan dengan keluarganya.

kristal anti santet

Bacaan Paling Dicari:

error: Content is protected !!