10 Contoh Sesajen Beserta Maknanya, Apakah Sesajen Musyrik?

sesajen apakah musyrik

Oleh : Dewi Sundari

10 Contoh Sesajen Beserta Maknanya, Apakah Sesajen Musyrik?

Salam rahayu,

Jika kita bicara tentang tradisi atau budaya masyarakat Jawa, tentunya tidak akan lepas dari yang namanya sesaji, sajen, atau sesajen. Tiga istilah ini maknanya sama. Banyak orang masih menyalahartikan sesajen sebagai suatu bentuk kemusyrikan.

Mengapa demikian? Karena mereka menganggap sesajen sebagai suatu bentuk persembahan. Entah itu terhadap dewa atau arwah nenek moyang. Padahal yang namanya sajen tidak dimaksudkan sebagai tumbal, tetapi sekedar syukuran.

Sesajen disiapkan dalam sebuah upacara, dengan niat untuk mensyukuri apa yang telah Tuhan berikan. Selain tentu saja untuk memupuk kebersamaan dan kerukunan antar sesama. Kalaupun ada sesajen, orang tetap memanjatkan doanya kepada Tuhan, bukan kepada zat lain-lain, apapun itu

Bahkan tiap-tiap perlengkapan yang ada dalam sajen memiliki maknanya sendiri. Karena seperti itulah cara nenek moyang kita bertutur dan memberikan nasehat. Yaitu secara halus dan simbolik

Sebagai contoh, berikut saya sebutkan sepuluh contoh piranti sajen beserta maknanya.

1. Beras

Pertama, beras. Atau padi, atau nasi. Atau umumnya berupa tumpeng alias gunungan. Tumpeng ini melambangkan kesempurnaan, totalitas, serta ketuhanan seseorang. Artinya kita diajarkan untuk melakukan segala hal secara sungguh-sungguh, tidak setengah-setengah, dan tuntas hingga selesai.

Tumpeng berasal dari singkatan ‘tumungkulo sing mempeng’, dimana kata tumungkul sendiri artinya diam dan menunduk. Seperti layaknya ketika kita berdoa. Jadi makna tumpeng dalam hal ini adalah bahwa jika ingin selamat, maka rajinlah beribadah. Atau selalu mengingat tuhan

bulu perindu sukma

2. Urap

Kedua, urap. Hidup itu isinya macam-macam. Dan sebagai manusia, kita diharapkan selalu memberi kontribusi positif, baik terhadap masyarakat sekitar, alam semesta, lingkungan, agama, dan negara.

3. Bubur Panca Warna

Ketiga, bubur panca warna. Panca artinya lima. Yang dimaksud bubur lima warna ini adalah bubur jagung, ketan putih, bubur kacang hijau, ketan hitam dan bubur beras merah. Kelimanya mewakili wawasan sedulur papat lima pancer, yang merupakan pembimbing spiritual bagi tiap-tiap jabang bayi yang dilahirkan

4. Jajan Pasar

Keempat, jajan pasar. Jajanan pasar dapat dimaknai sebagai simbol kerukunan. Manusia dan komunitasnya memang selalu berbeda, namun tetap harus ada tenggang rasa.

5. Pisang Raja Gandheng

Kelima, pisang raja gandheng. Melambangkan cita-cita besar dan luhur. Serta kemauan untuk terus membangun bangsa dan negara.

6. Ayang Ingkung

Keenam, ayam ingkung, yang dimaksudkan sebagai perlambang cinta kasih, kepedulian, dan pengorbanan

7. Ikan Bandengan, Ikan Asin atau Teri

Ketujuh, ikan bandeng, ikan asin, atau teri. Seperti yang kita tahu, ikan teri itu hidupnya bergerombol. Sehingga pemilihan isi sajen ini bermakna kerukunan.

8. Telur

Kedelapan, telur. Telur merupakan perlambang dua sisi kehidupan. Ada putihnya, ada kuningnya. Hidup pun seperti itu, ada malam, ada siang. Ada laki-laki, juga ada perempuan

9. Air dan Bunga

Kesembilan, air dan bunga. Keduanya merupakan perlambang kebutuhan pokok manusia. Air yang membawa kehidupan, layaknya bagaimana ia menjadikan bunga dan tanaman tumbuh.

10. Kopi Pahit

Kesepuluh, dalam sajen juga ada kopi pahit, yang dijadikan simbol persaudaraan. Mengingat kopi umumnya diminum pada saat pertemuan, acara social dan perkumpulan-perkumpulan lain.

Dari kesepuluh isi sajen yang baru saja saya sebutkan, jelas bahwa sesajen merupakan suatu bentuk rasa syukur, sekaligus kesediaan kita untuk belajar dan membangun diri menjadi pribadi yang lebih baik. Bukan suatu persembahan yang dimaksudkan untuk mendapatkan imbalan tertentu yang sifatnya musyrik.

Cukup sekian dari saya, semoga menjadikan wawasan dan salam rahayu.


Konsultasi Seputar Hal Spiritual, Pelarisan dan Pengasihan, Dengan Ibu Dewi Sundari dibawah ini

Atau Hubungi Admin Mas Wahyu dibawah ini :

error: Content is protected !!

telegram dewi sundari