10 Jenis Puasa Kejawen Yang Sering Digunakan Untuk Tirakat Batin

puasa kejawen

Oleh : Dewi Sundari

10 Jenis Puasa Kejawen Yang Sering Digunakan Untuk Tirakat Batin

Salam rahayu,

Dalam lelaku kejawen, ada dua hal yang tidak bisa dilepaskan. Yaitu puasa atau poso dan semedi atau topo. Kali ini, saya akan membahas yang pertama dulu, yaitu puasa.

Mengapa puasa selalu dipersyaratkan dalam mengamalkan suatu ilmu? Padahal rata-rata, puasanya inilah yang orang tidak mau

Puasa, sebenarnya bukan sekedar tentang kesabaran, ataupun tentang menahan nafsu. Puasa adalah suatu sarana untuk menggembleng raga, serta menyucikan jiwa. Pada jiwa yang suci, maka keberkahan ilmu spiritual akan lebih mudah untuk merasuk.

Itulah mengapa puasa selalu dijadikan syarat mempelajari ilmu atau ajian.  Paling tidak, ada sepuluh jenis puasa yang paling banyak dikenal dan diamalkan untuk menggembleng jiwa raga. Apa saja puasa-puasa ini?

Jenis Puasa Kejawen

1. Puasa Mutih

Yang pertama adalah pasa mutih. Mutih, artinya hanya boleh makan nasi dan air putih saja. Tidak boleh diberi bumbu apapun, termasuk garam dan gula. Biasanya disarankan agar si pengamal mandi keramas dulu sebelum memulai puasa ini, dengan tujuan untuk membersihkan diri.

2. Puasa Ngeruh

Yang kedua ada pasa ngeruh. Bila berpuasa ngeruh, maka hanya diperbolehkan makan sayur atau buah saja. Tidak boleh makan daging, ikan, telur dan lain sebagainya

3. Puasa Ngebleng

Ketiga, kita kenal juga ada pasa ngebleng. Puasa ini dimaksudkan untuk menghentikan segala aktifitas sehari-hari. Jadi tidak boleh makan, minum, keluar rumah, ataupun berhubungan seksual. Waktu tidur hanya diijinkan sebentar, paling lama tiga jam. Misalnya ingin keluar kamar, maka hanya diijinkan bila untuk ke kamar kecil saja.

4. Puasa Ngebleng

Yang keempat, agak-agak mirip dengan pasa ngebleng, ada patigeni. Geni artinya api. Dalam tirakat patigeni, selain tidak boleh makan, minum, keluar kamar, juga tidak boleh tidur dan tidak boleh menyalakan penerangan apapun.

5. Puasa Nglowong

Kelima, pasa ngelowong. Artinya dilarang makan dan minum, dalam kurun waktu tertentu saja. Tidur boleh sebentar, dan masih boleh keluar rumah.

6. Puasa Ngrowot

Keenam, pasa ngrowot. Ngrowot adalah puasa dari subuh sampai maghrib, yang ketika subuhnya hanya makan satu jenis buah. Boleh lebih dari satu, asal dari jenis buah yang sama. Misalnya, tiga buah apel atau tiga sisir pisang.

7. Puasa Nganyep

Ketujuh, ada pasa nganyep. Dalam pasa nganyep, kita hanya diperbolehkan makan yang tidak ada rasanya. Anyep, artinya hambar tanpa rasa. Mirip dengan pasa mutih, bedanya kita boleh makan selain nasi, asal tidak berasa dan tidak dibumbui.

8. Puasa Ngidang

Kedelapan, pasa ngidang. Kidang artinya kijang. Bila berpuasa ngidang, maka hanya diijinkan memakan dedaunan mentah saja. Serta minum air putih. Selain daripada itu, tidak boleh.

9. Puasa Ngepel

Kesembilan, pasa ngepel. Dalam sehari, kalau berpuasa ngepel, maka hanya boleh makan nasi sekepal saja.

10. Puasa Ngasrep

Dan yang kesepuluh, disebutnya pasa ngasrep. Dalam puasa ini, hanya diperbolehkan makan dan minum tanpa rasa. Mirip pasa nganyep. Bedanya, kalau ngasrep, hanya boleh minum tiga kali sehari.

Itulah tadi, sepuluh jenis puasa yang lumrah dijadikan lelaku. Serta alasan mengapa lelaku kejawen cenderung mempersyaratkan puasa. Kira-kira dari sepuluh jenis puasa ini, mana yang sudah pernah Anda lakukan? Coba dibagi di kolom komentar.

Sekian dari saya, dan salam rahayu.


Konsultasi Seputar Hal Spiritual, Pelarisan dan Pengasihan, Dengan Ibu Dewi Sundari dibawah ini

Atau Hubungi Admin Mas Wahyu dibawah ini :

error: Content is protected !!

telegram dewi sundari