4 Tipe Perempuan Jawa Kuno, Mana Yang Tipe Anda?

tipe perempuan jawa kuno (Custom)

Oleh : Dewi Sundari

Salam rahayu, dengan Dewi Sundari disini

Kali ini kita akan membahas tentang kaum hawa. Berdasarkan ciri fisik dan perangainya, perempuan di jaman Jawa Kuno bisa digolongkan ke dalam beberapa tipe. Penggolongan ini mungkin kalau di jaman sekarang, sudah bukan masanya lagi. Karena tidak semestinya kita mengkotak-kotakkan perempuan, atau bahkan menghakimi kepribadiannya, hanya dari tampilan fisik saja.

Tetapi saya percaya bahwa pengetahuan itu tidak bisa disalahkan. Karena dengan mengetahui, maka kita bisa belajar dari apa yang nenek moyang kita alami. Dengan begitu kita bisa melihat, sejauh mana nilai-nilai kehidupan kita berevolusi.

Tipe-tipe kaum hawa yang saya maksudkan ini, ada empat. Disebutnya padmini, citrini, sankini dan hastini. Keempatnya akan saya jelaskan satu persatu.

1. Padmini

Tipe perempuan jawa yang pertama adalah Padmini, ciri fisiknya memiliki sepasang mata kijang dengan ujung kemerahan, hidungnya kecil dan bagus, wajahnya bagaikan bulan purnama keemas an, lehernya halus dan luwes, buah dada yang penuh dan tinggi, pusarnya dikelilingi tiga garis lipatan, kulitnya halus seperti kelopak bunga, suaranya manis mengalun, dan berjalannya seperti angsa.


Baca Juga :


Ciri-ciri ini menandakan bahwa perempuan tersebut berwatak pemalu, menyenangkan, pemurah, setia, memiliki rasa keagamaan, dan bertingkah terhormat.

bulu perindu sukma

2. Citrini

Tipe perempuan jawa yang kedua, adalah citrini. Ciri fisiknya antara lain berbadan sedang, ramping, berpinggul besar, rambutnya hitam lebat, matanya lincah dengan bibir yang penuh, lehernya membulat seperti siput, dadanya besar dan berat dengan badan yang lentur, suaranya seperti merak dan berjalan seperti gajah.

Ciri-ciri fisik ini menandakan perempuan yang mahir dalam kesenian, bercita rasa tinggi, suka mengenakan pakaian dan perhiasan yang bagus, pandai dan bebas mengutarakan pendapat, pandai juga mengatur urusan rumah tangga dan dikagumi laki-laki.

3. Sankini

Tipe perempuan jawa yang ketiga, disebut sankini. Cirinya berbadan kurus, tinggi, kekar, berdarah hangat, lengan dan tungkainya panjang, pinggangnya besar dengan buah dada kecil, kulitnya berwarna sawo matang dengan urat-urat nadi yang nampak, wajahnya lonjong dan mendongak.

Golongan ketiga ini berwatak egois, pandai mencari kesempatan untuk dirinya sendiri, tetapi bersikap seakan-akan dia pemurah. Sifatnya keras kepala dan berhati buruk, namun keburukannya bisa ia sembunyikan dengan rapat. Bicaranya banyak, sebanyak makannya juga.

4. Hastini

Tipe perempuan jawa keempat, adalah hastini. Tubuhnya pendek, gemuk, mulutnya besar dengan bibir yang tebal, matanya kecil dan merah, wajahnya pucat, lehernya pendek atau bengkok, dan jalannya pelan. Konon ciri fisik ini menandakan orang yang sifatnya tega dan tidak tahu malu.

Nah, dari tipe-tipe yang sudah saya sebutkan tadi, sebagian dari Anda mungkin bertanya-tanya, kenapa ciri fisiknya detil sekali? Kan ya tidak mungkin kita tahu bentuk pinggang atau dada atau pusar seorang perempuan yang baru dikenal.

Ini karena lain dulu, lain sekarang. Kita tidak lagi berpakaian seperti orang di jaman dulu. Sebelum Islam tiba di tanah Jawa, para pendahulu kita kan memang hanya memakai kain dari pinggang kebawah. Sehari-harinya bertelanjang dada. Baik laki-laki maupun perempuan.

Karena itulah ciri fisik yang disebutkan terasa terlalu mendetil, bila kita bandingkan dengan keadaan kita di jaman ini. Akhir kata, semoga bahasan ini mampu memberikan wawasan baru bagi Anda. Salam rahayu.


Konsultasi Seputar Hal Spiritual, Pelarisan dan Pengasihan, Dengan Ibu Dewi Sundari dibawah ini

Atau Hubungi Admin Mas Wahyu dibawah ini :

error: Content is protected !!

telegram dewi sundari