5 Jenis Tapa (Topo) Atau Semedi Dalam Ilmu Kejawen

semedi dan tapa

Ditulis oleh : Dewi Sundari

5 Jenis Tapa (Topo) Atau Semedi Dalam Ilmu Kejawen

Salam rahayu,

Dalam lelaku kejawen, ada dua hal yang tidak dapat ditinggalkan. Yaitu puasa dan semedi. Di bahasan saya sebelumnya, kita telah membahas tentang puasa atau pasa. Maka kali ini, kita akan membahas tentang semedi, atau tapa, atau bertapa

Sebagaian besar orang beranggapan, bahwa semedi adalah tirakat yang mengharuskan pembebasan tugas segala indra. Tidak boleh makan, tidak boleh minum, tidak boleh tidur. Padahal inti dari semedi adalah pemusatan batin, atau pemusatan hakekat pada cita-cita tertentu yang hendak dicapai.

Ada beberapa macam semedi yang telah lama dikenal dan diamalkan. Lima diantaranya akan saya sebutkan satu per satu.

1. Topo Jejeg

Pertama, tapa jejeg. Jejeg artinya tegap. Berbeda dari kebanyakan ritual semedi yang dilakukan sambil duduk bersila, untuk tapa jejeg justru tidak diperkenankan duduk selama dua belas jam.

2. Topo Lelana

Kedua, tapa lelana. Tirakat ini ditujukan agar si pelaku dapat melakukan introspeksi terhadap dirinya sendiri. Caranya, adalah dengan melakukan perjalanan kaki sejak jam dua belas tengah malam, hingga pukul tiga pagi.

3. Topo Kungkum

Ketiga, tapa kungkum. Kata kungkum artinya berendam. Disebut tapa kungkum karena dilakukan dengan cara merendam badan di dalam air mengalir. Duduk bersila, bertelanjang dada, di titik pertemuan dua sungai. Tidak boleh banyak bergerak dan tidak boleh tertidur. Bukan hanya karena tertidur akan membatalkan semedinya. Tetapi juga karena tertidur di sungai itu sangat berbahaya.

4. Topo Ngalong

Keempat, tapa ngalong. Kalong artinya kelelawar. Tapa ngalong dilakukan dengan menggantung badan secara terbalik. Layaknya kelelawar. Kaki di atas, kepala dibawah. Sungsang, istilahnya. Tapa jenis ini biasanya dilakukan pada dahan pohon. Tanpa banyak bergerak. Selain melatih kekuatan fisik, tapa ngalong juga melatih keteraturan napas.


Baca Juga :


5. Topo Ngeluwang

Kelima, tapa ngeluwang. Di mata orang awam, inilah semedi paling mengerikan. Karena dilakukan dengan cara mengubur diri. Baik di tanah pekuburan, atau di tempat yang sangat sepi. Bukan sekedar butuh keberanian, tapi butuh tekad bulat kalau mau berhasil. Sebagian orang percaya, bahwa tapa ngluwang inilah cara pintas untuk mendapatkan penglihatan gaib.

Bila diniatkan untuk melatih fisik dan mental, tentunya semedi tidak harus ektrim. Jadi kembali lagi kepada diri kita, cara mana yang mampu kita lakukan untuk membantu mengelola jiwa.

Sekian dari saya, semoga menjadikan wawasan dan salam rahayu.


Konsultasi Seputar Hal Spiritual, Pelarisan dan Pengasihan, Dengan Ibu Dewi Sundari dibawah ini

Atau Hubungi Admin Mas Wahyu dibawah ini :

Bacaan Paling Dicari:

error: Content is protected !!

telegram dewi sundari