5 Mitos Orang Jawa Tentang Jodoh

Semua orang pasti ingin berjodoh dengan seseorang dan kelak bisa melanjutkan hubungan ke jenjang yang lebih serius, yaitu pernikahan. Tetapi terdapat mitos orang Jawa yang berkaitan dengan jodoh. Mitos tersebut berupa larangan-larangan yang perlu Anda perhatikan, ketika sebelum melangsungkan pernikahan dengan calon pengantin. Percaya atau tidak, mari simak mitos-mitosnya!

Mitos Jawa Seputar Jodoh yang Masih Dipercaya Banyak Orang

1. Mengambil Melati dari Pengantin Wanita Supaya Bisa Segera Menikah dengan Jodohnya

Apabila Anda datang ke pernikahan sahabat atau kerabat terdekat, orang Jawa percaya bahwa apabila bisa mengambil  bunga melati secara diam-diam, maka bisa segera menyusul ke pelaminan. Bunga melati biasanya dipasang sebagai hiasan di kepala mempelai wanita. Hal tersebut dipercaya bisa menular ke orang yang mengambil bunga melati pengantin wanita.

2. Menyapu Rumah Tidak Bersih Menyebabkan Jodohnya Brewokan

Mitos satu ini pasti sering dikatakan seorang ibu kepada anaknya ketika disuruh menyapu rumah. Sepertinya mitos ini muncul karena pria akan brewokan karena malas mencukur jambang di wajahnya. Kemudian, kedua hal tersebut dikaitkan-kaitkan dan menyapu rumah lebih bersih supaya mendapat jodoh yang bebas dari brewokan.

3. Makan atau Duduk di Depan Pintu Bisa Menghalangi Jodoh

Para orang tua di Jawa pasti melarang anak-anaknya untuk tidak makan atau duduk di depan pintu. Mitos ini sudah dipercaya sejak dahulu bahwa bisa menghalangi jodoh Anda untuk datang ke rumah. Selain itu banyak juga yang menganggapnya sebagai hal yang pamali ketika dilakukan, maka harus menghindarinya.

ayat seribu dinar

4. Mencuci Muka dengan Bekas Air untuk Acara Siraman Calon Pengantin Bisa Mendatangkan Jodoh

Bisa jadi ketika saudara Anda ada yang sedang melakukan prosesi Siraman, Anda disuruh orang tua untuk mencuci muka dengan air bekasnya. Air yang sudah selesai dipakai untuk acara Siraman calon pengantin tersebut dipercaya bisa mendatangkan jodoh Anda apabila. Mitos satu ini pun masih sering dijumpai baik wanita atau pria yang masih lajang dan belum menikah.

5. Bisa Mengetahui Dia Berjodoh atau Tidak dengan Anda melalui Hitungan Weton

Menghitung weton memang masih dilakukan sampai saat ini. Sebelum melangsungkan acara pernikahan, para sesepuh pasti menghitung weton kedua calon pengantin untuk mengetahui mereka berjodoh atau tidak. Bahkan apabila jumlah weton digabungkan, kemudian jumlah yang didapatkan menunjukkan hasil yang tidak baik meninggal salah satunya. Weton tersebut adalah Bahu Laweyan.

6. Tidak Melangsungkan Pernikahan Jilu (Anak ke-1 dan ke-3)

Seseorang dapat dikatakan tidak jodoh apabila mereka adalah anak pertama dan ketiga, kemudian mitos itu disebut jilu (siji telu). Anda harus menghindari pernikahan apabila Anda dan pasangan merupakan anak ke-1 dan ke-3. Mitos ini dipercaya bisa mendatangkan masalah dan banyaknya cobaan ketika sudah hidup bersama nanti.

7. Pernikahan Siji Jejer Telu

Anda dan pasangan tidak akan berjodoh jika sama-sama anak pertama ditambah salah satu orangnya juga. Pernikahan ini sangat tidak disarankan di dalam mitos orang Jawa tentang jodoh. Namun apabila Anda masih tetap ingin melaksanakannya, orang Jawa percaya di dalam pernikahan nanti akan mendatangkan malapetaka dan kesialan.

Mungkin Anda adalah salah satu orang yang tidak percaya dengan mitos-mitos di atas. Anda juga perlu mengetahui bahwa orang dahulu bisa mengatakan mitos-mitos tersebut karena ilmu titen. Jadi bukanlah hal yang tidak berdasarkan pada sesuatu, malah karena adanya ilmu titen ini mereka mengingatnya di kemudian hari. Namun, semua kembali kepada Anda untuk mau percaya atau tidak.


Konsultasi Seputar Hal Spiritual, Pelarisan dan Pengasihan, Dengan Ibu Dewi Sundari dibawah ini

Atau Hubungi Admin Mas Wahyu dibawah ini :

error: Content is protected !!

telegram dewi sundari