Apa itu Nyadran dan Apa Tujuan Tradisi Ini?

Tradisi di Jawa ini masih tetap eksis meskipun telah berada di era modern seperti saat ini. Masyarakat di desa yang melakukannya bersama-sama dengan senang hati dan penuh suka cita menyambut datangnya Ramadhan. Namun, ternyata tradisi ini pun mempunyai tujuan kenapa dilakukan oleh masyarakat. Tahukah Anda apa itu Nyadran?

Pengertian Nyadran

Nyadran adalah tradisi unik yang masih dilakukan oleh masyarakat Jawa, yang sudah dilakukan secara turun temurun sudah sejak lama menjelang datangnya bulan suci Ramadhan. Acara yang pasti ada dan salah satu yang khas pada setiap diadakannya sadranan yaitu kenduri atau makan bersama.

Perlu diketahui bahwa Nyadran adalah hasil dari sebuah akulturasi budaya masyarakat Jawa dan agama Islam. Kata Nyadran sendiri berasal dari sebuah kata Sraddha yang mempunyai arti ‘keyakinan’. Tradisi yang dilaksanakan menjelang puasa ini, pada kalender Jawa disebut dengan bulan Ruwah.

Sehingga acara ini sering disebut dengan Ruwahan atau acara Ruwah, biasanya akan diadakan setiap tanggal 10 Rajab (tanggal 15, 20, dan 23 bulan Ruwah). Tujuan Nyadran yaitu sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT dan menghormati para leluhur.

Proses Acara yang Dilakukan Ketika Nyadran

1. Upacara Pembersihan Makam

Kegiatan yang selalu dilakukan ketika acara ini yaitu membersihkan makam-makam para leluhur. Sehingga melalui kegiatan tersebut masyarakat diharapkan rasa gotong royongnya bisa semakin meningkat.

Para masyarakat percaya bahwa ketika melakukan pembersihan makam di dalam serangkaian Acara Nyadran, adalah sebuah simbol untuk membersihkan diri menjelang datangnya bulan Ramadhan. Tidak hanya hubungan manusia dengan Allah SWT saja, namun hal yang dilakukan itu sebagai bakti para leluhur dan pendahulu.

kristal anti santet

2. Menaburkan Bunga

Setelah membersihkan makam para leluhur, biasanya juga tidak akan lupa menaburkan bunga-bunga pada makam yang telah dibersihkan. Memberikan bunga di atas makam ternyata juga sudah ada sejak dahulu.

3. Acara Kenduri atau Bancakan Bersama

Prosesi kenduri merupakan salah satu acara yang ditunggu-tunggu oleh para masyarakat. Setiap keluarga akan membawa sebuah makanan yang telah dimasak dan bahan-bahannya berasal dari panen hasil bumi.

Makanan-makanan khas tradisional yang dibawa seperti sambal goreng kentang, opor ayam, perkedel dan sebagainya. Kemudian semuanya akan membaur untuk menikmati makanannya di atas daun pisang. Acara kenduri biasanya akan diadakan pada sepanjang jalan desa.

Kegiatan Nyadran di Daerah Lain

Pada beberapa daerah, masyarakat yang melakukan kegiatan membersihkan makam juga akan membawa makanan yang diletakkan di dalam sebuah wadah. Makanan itu akan mereka tinggalkan pada lokasi makam tersebut serta sejumlah uang. Uang yang ditinggalkan adalah untuk biaya untuk pengelolaan makam. Kemudian makanan lainnya dibagikan ke orang-orang di luar area makam.

Baik anak kecil, orang dewasa dan para fakir miskin akan diberikan secara rata. Melalui hal itu, masyarakat diharapkan bisa semakin sadar bahwa semua orang mempunyai status sama di hadapan Sang Pencipta.

Untuk daerah lain misalnya seperti di Magelang, masyarakat membersihkan makam-makam tanpa membawa makanan. Namun kenduri dilakukan di hari yang berbeda dengan acara membersihkan makanan. Satu hari setelahnya, masyarakat mengadakan tahlil atau doa bersama untuk para leluhur yang sudah berjuang. Sehingga masyarakat bisa menempati pemukiman seperti sekarang.

Tradisi Nyadran membuat masyarakat membaur untuk menikmati makanan yang telah dihidangkan bersama. Mereka akan memakai sebuah wadah berupa daun pisang, bahkan ada juga yang saling menukarkan makanannya. Anda juga bisa melihat bahwa kegiatan ini akan menciptakan masyarakat untuk hidup yang lebih rukun dan mempunyai semangat gotong royong kembali.


Konsultasi Seputar Hal Spiritual, Pelarisan dan Pengasihan, Dengan Ibu Dewi Sundari dibawah ini

Atau Hubungi Admin Mas Wahyu dibawah ini :

error: Content is protected !!

telegram dewi sundari