Apa itu Sambetan?

Kali ini, kita akan bahas soal apa itu sambetan. Anda yang lahir atau besar di lingkungan tradisional Jawa, pasti sudah pernah mendengar istilah ini. Sedangkan bagi Anda yang tidak berlatar belakang jawa tradisional, mari kita jadikan wawasan sekaligus pengetahuan baru.

Istilah sambetan, berasal dari kata kesambet. Yang mana, kata kesambet sendiri, jika kita mengacu pada Kamus Besar Bahasa Indonesia, maka maknanya adalah sakit dan mendadak pingsan, karena gangguan roh jahat. Termasuk roh halus, atau juga hantu.

Istilah sambetan, secara tradisional dipakai untuk merujuk pada dua hal. Yaitu ritual sambetan, dan ramuan sambetan.

Disebut ritual sambetan, adalah suatu cara atau proses pengobatan, untuk menyembuhkan gejala, yang disebabkan oleh hal-hal tidak kasat mata, yang masuk ke dalam badan. Sedangkan ramuan sambetan, merupakan racikan rempah-rempah, terutama empon-empon, dengan berbagai komposisi, yang mana ramuan ini ditujukan untuk pengobatan, khususnya terhadap bayi. Atau anak yang masih kecil.

Umumnya, pengobatan dengan media sambetan, dilakukan untuk membantu menyembuhkan bayi atau anak kecil, yang mengalami demam. Caranya dengan membuat ramuan, kemudian mengoleskan atau membalurkan ramuan tersebut ke tubuh anak yang sakit, pada waktu-waktu tertentu yang dianggap tepat. Serta disertai dengan doa.

Bila dilakukan untuk pengobatan anak sakit, maka sambetan dioles ke badan tiga kali. Yaitu pada pagi, siang, dan sore hari. Tiap-tiap waktu ini, ramuan yang dipakai sedikit berbeda.


Baca Juga :


Ramuan sambetan yang dipakai pada pagi hari, terbuat dari bahan jeruk bayi, enjet, minyak kayu putih, adas pulosari, dan bawang merah. Sedangkan ramuan untuk siang hari, terbuat dari adat pulosari, bawang merah, kedawung, kayu manis, kunyit, temulawak, dan asam hitam.
Adapun ramuan sorenya, terbuat dari dlingo, bengle, bawang merah, dan kunyit.

Bahan-bahan ini, dihaluskan atau ditumbuk. Kemudian ditempelkan ke ubun-ubun anak yang sakit. Bisa juga dibalurkan ke dada, punggung, atau perut.

Di jaman sekarang, masih banyak yang menggunakan cara ini. Dan terbukti berkhasiat juga. Tetapi alangkah baiknya, bila sebagai orang tua, selain menggunakan cara sambetan, kita tetap membawa anak berobat ke dokter sebagaimana mestinya.

Jadi dua cara bisa berjalan sama-sama. Entah sakitnya ini disebabkan hal-hal wajar, atau hal-hal gaib, harapannya agar sama-sama bisa sembuh.

Selain dibalurkan pada anak yang mengalami sakit demam, sambetan juga wajar diberikan pada bayi yang baru lahir. Secara logika, sambetan memang terbuat dari ramuan yang berkhasiat menghangatkan badan. Jadi diharapkan bisa secara alami membantu ketahanan tubuh anak, dari cuaca yang kurang mendukung.

Kurang lebihnya, demikianlah yang dapat saya sampaikan seputar sambetan. Anda sendiri, apakah waktu kecil dulu pernah disambeti? Apakah barangkali di daerah Anda, tradisi ini masih banyak dijalankan secara luas? Boleh ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.


Konsultasi Seputar Hal Spiritual, Pelarisan dan Pengasihan, Dengan Ibu Dewi Sundari dibawah ini

Atau Hubungi Admin Mas Wahyu dibawah ini :

error: Content is protected !!

telegram dewi sundari