Asal Usul Genderuwo, Benarkah Dari Arwah Penasaran?

asal usul genderuwo

Ditulis oleh : Dewi Sundari

Asal Usul Genderuwo, Benarkah Dari Arwah Penasaran?

Salam rahayu,

Anda pernah dengar tentang, Genderuwo? Makhluk halus yang akan kita bahas kali ini, memiliki wujud layaknya manusia, tapi mirip kera. Tubuhnya tinggi besar dan kekar. Dengan warna kulit hitam kemerahan. Sekujur tubuhnya ditutupi rambut lebat.

Kalau Anda merasa sudah cukup sering mendengar nama makhluk ini, itu wajar. Karena memang genderuwo sudah lumrah diceritakan sebagai makhluk yang mengerikan sekaligus menakutkan.

Asal usul genderuwo dipercaya berasal dari arwah orang yang meninggal secara tidak wajar. Entah itu bunuh diri, kecelakaan, ataupun dikubur secara tidak sempurna. Sehingga arwah ini penasaran dan belum mau menerima kematiannya sendiri.

Genderuwo tidak dapat dilihat oleh mata awam, tetapi kadang sengaja menampakkan diri. Terutama ketika ia merasa terganggu.

Dipercaya, bahwasannya genderuwo dapat melakukan kontak langsung dan bahkan berkomunikasi dengan manusia. Bahkan disebutkan bahwa genderuwo dapat mengubah penampakan dirinya mengikuti wujud fisik seorang manusia, untuk menggoda manusia yang lain. Dia juga terkenal cabul dan iseng, terutama terhadap kaum perempuan dan anak-anak.

Dalam kepercayaan masyarakat Jawa sendiri, tidak semua genderuwo itu jahat. Ada juga yang bersikap baik. Biasanya, genderuwo yang bersikap baik ini tidak menampilkan diri sebagai makhluk mengerikan. Melainkan berwujud kakek tua, dengan jubah putih yang terlihat sangat bijak dan berwibawa. Ia juga tidak cabul, dan malah seringkali membantu manusia dengan menjaga tempat-tempat gaib tertentu.

kristal anti santet

Cara Memanggil Genderuwo

Secara tradisional, ada satu cara yang dipercaya bisa dipakai untuk memanggil genderuwo. Yaitu dengan membakar sate gagak. Diyakini, bahwa burung gagak adalah makanan kesukaan sekaligus binatang peliharaan genderuwo. Ibarat ayam kalau bagi manusia.

Untuk membuat sate gagaknya sendiri, terlebih dulu gagak yang sudah ditangkap harus disembelih dengan pisau yang sangat tajam. Karena bila kurang tajam, darahnya akan mengalir kurang lancar dari bekas sembelihan.

Lalu, bulu-bulu gagak hitam ini dicabut hingga bersih. Daging gagak yang sudah bersih kemudian ditelikung layaknya kalau kita hendak membuat ingkung ayam. Baru kemudian, bisa dibakar di atas perapian.


Baca Juga :


Tempat yang dipercaya paling tepat untuk melakukan ritual pemanggilan genderuwo ini adalah tempat terbuka. Agar bau burung gagak yang dibakar dapat cepat menyebar ke segara arah, dan tercium oleh genderuwo.

Bagaimana? Tertarik untuk mencoba? Dari saya sekedar saya sampaikan sebagai bahan wawasan saja. Demikian dan salam rahayu.


Konsultasi Seputar Hal Spiritual, Pelarisan dan Pengasihan, Dengan Ibu Dewi Sundari dibawah ini

Atau Hubungi Admin Mas Wahyu dibawah ini :

error: Content is protected !!

telegram dewi sundari