Ibu Hamil Wajib Membawa Gunting, Benarkah Demikian?

ibu hamil wajib membawa gunting

Bagi Anda yang tinggal di lingkungan tradisional, atau barangkali dibesarkan secara tradisional, pasti pernah mendengar mitos bahwa seorang ibu hamil itu, wajib membawa gunting kemana-mana.
Atau bahkan bila Anda tinggal di perkotaan sekalipun, besar kemungkinan Anda yang sedang hamil pernah mendengar soal ini.

Nah, apakah benar bahwa ibu hamil itu wajib membawa gunting? Kita bahas dalam artikel kali ini.

Sebelum itu, saya ucapkan dulu salam rahayu. Kembali lagi dengan saya Dewi Sundari. Saya ucapkan selamat datang dan terima kasih kepada Anda yang telah berkunjung. Semoga hari ini Anda diberikan banyak kemudahan dan keberuntungan.

Mitos seputar kehamilan itu, ada cukup banyak. Mulai dari tidak boleh melukai tanaman maupun binatang, tidak boleh membatin, tidak boleh merendam cucian terlalu lama, bahkan di beberapa daerah, ibu hamil tidak boleh memakan ikan tertentu. Lele, contohnya.

Salah satu yang paling umum terdengar, adalah bahwa ibu hamil harus membawa gunting kemana-mana. Kalaupun tidak ada gunting kecil, disuruh membawa benda tajam lain. Dengan alasan, agar tidak diganggu oleh jin maupun makhluk halus. Karena makhluk halus ini dipercaya takut pada benda tajam tersebut.

Jadi sedikit banyak, para ibu hamil yang memilih untuk mengikuti saran ini, adalah dengan keinginan untuk menjaga diri. Dari bahaya atau gangguan setan.

Tapi apakah benar seperti itu? Benarkah setan takut pada gunting?

bulu perindu sukma

Sebenarnya, pada awalnya, yang dimaksud leluhur kita tidaklah demikian.

Layanan kesehatan, di jaman dulu, tentunya tidak seperti sekarang. Jaman sekarang rumah sakit ada di mana-mana. Transportasi gampang. Puskesmas ada di tiap kecamatan. Bahkan setiap ibu hamil, maupun bayi yang lahir, selalu ditangani secara khusus.

Jaman dulu, tidak seperti itu. Bahkan tidak ada dokter kandungan di jaman dulu.

Karena itu seorang ibu hamil, terutama yang usia kandungannya sudah tua, disarankan untuk membawa benda tajam kemana-mana. Ini sebagai jaga-jaga saja. Kalau tiba-tiba bepergian, dan merasakan kontraksi di jalan.

Ingat, dulu kita kemana-mana jalan kaki. Tidak ada mobil ataupun sepeda. Hutan dan daerah sepi masih banyak. Jadi sewaktu-waktu tiba saatnya melahirkan, tetapi tidak bisa memanggil bantuan, maka paling tidak sang ibu bisa memotong tali pusar bayinya sendiri.

Tentu saja ini adalah sebuah kondisi yang tidak ideal. Tapi jaman dulu yang namanya mbrojoli itu cukup sering terjadi. Karena memang, dulu kita tidak belum ada cara yang lebih mutakhir, untuk memperkirakan kelahiran.

Dengan tujuan semacam inilah, kemudian ibu hamil disarankan membawa benda tajam itu tadi. Namun seperti yang kita tahu, orang tua jaman dulu seringkali memberikan nasehat, dengan bumbu mistis, agar omongannya dituruti. Agar sedikit banyak ada unsur takut yang membuat si anak menurut.

Bukannya disuruh membawa pemotong untuk mengantisipasi kelahiran mendadak, tetapi dikatakan bahwa kalau tidak bawa pemotong, akan diganggu oleh jin dan setan.

Kurang lebih seperti itulah yang dapat saya sampaikan. Semoga menjadikan sedikit wawasan bagi Anda.


Konsultasi Seputar Hal Spiritual, Pelarisan dan Pengasihan, Dengan Ibu Dewi Sundari dibawah ini

Atau Hubungi Admin Mas Wahyu dibawah ini :

error: Content is protected !!

telegram dewi sundari