Kisah Prabu Angling Dharma Yang Melegenda

kisah angling dharma

Kisah Prabu Angling Dharma Yang Melegenda

Ditulis Oleh : Dewi Sundari

Salam rahayu, dengan Dewi Sundari disini.

Anda pasti kenal, dengan nama Angling Dharma. Atau Angling Darmo. Jadi, Angling Dharma ini adalah raja kerajaan Malwapati yang dikenal bisa berbicara dengan hewan atau binatang.

Kemampuannya ini diperoleh dari Naga Bergola, yang mewariskan kesaktian kepada Angling Dharma, sebelum ia moksa. Ketika itu Naga Bergola berpesan, agar warisannya dijaga dengan penuh rahasia. Ilmu kesaktian ini sendiri kemudian kita kenal sebagai Aji Gineng.

Sekitar awal tahun 2000an kisah Angling Dharma dan aji ginengnya ini sempat diangkat ke layar kaca, dan sangat populer ketika itu.

Sebenarnya, kisah Angling Dharma sudah ada jauh sebelum popularitas ini muncul. Masyarakat sebelum jaman Majapahit, sudah mengenal cerita Angling Dharma, meskipun bukan dalam versi cerita yang persis sama.

Diperkirakan, cerita tentang petualangan Sang Prabu ini lebih dulu dikenal sebagai tradisi lisan. Dituturkan dari mulut ke mulut, generasi ke generasi. Tepatnya pada jaman Hindu Buddha di Jawa Timur.

Bahkan Angling Dharma sampai dianggap sebagai awal mula daerah-daerah tertentu yang disebut dalam cerita tersebut.


Baca Juga :

kristal anti santet

Contohnya, Negara Boja atau Boja Nagara, yang kemudian dianggap sebagai awal mula daerah Bojonegoro.

Pada jaman Majapahit, kisah Angling Dharma kemudian berubah bentuk dari lisan menjadi tertulis. Judul awalnya adalah Ari Dharma, yang kemudian berkembang menjadi Angling Dharma.

Versi kisah Angling Dharma ini ada banyak, tetapi yang paling populer adalah versi yang tertuang dalam kidung berbahasa Jawa Pertengahan. Judulnya, Aji Dharma.

Setelah dituangkan ke dalam tulisan, kisah Angling Dharma kemudian berubah bentuk lagi menjadi tampilan visual. Hal ini dapat ditemukan pada relief Candi Jago.

Dalam perjalanannya, bukan hanya Aji Gineng saja yang kita kenal dari kisah Angling Dharma. Belakangan kita juga mengenal Aji Rawarontek, Aji Pancasona, Aji Rengkah Gunung, dan Aji Mraga Sukma. Ada juga Aji Belibis Putih, atau disebut juga Aji Mliwis Putih.

Kira-kira dari semua ajian ini, mana saja yang masih Anda ingat? Aji Rawarontek ini yang mana? Pancasona yang bagaimana? Silakan tulis di kolom komentar.

Demikian dari saya, salam rahayu.

Ditulis Oleh : Dewi Sundari


Konsultasi Seputar Hal Spiritual, Pelarisan dan Pengasihan, Dengan Ibu Dewi Sundari dibawah ini

Atau Hubungi Admin Mas Wahyu dibawah ini :

error: Content is protected !!

telegram dewi sundari