Mitos Burung Kedasih, Benarkah Jadi Burung Pembawa Kematian?

Sebagian dari Anda pasti pernah mendengar, bahwa ada burung yang keberadaan atau suara kicaunya dianggap sebagai pertanda kematian. Dan sebagian dari Anda yang pernah mendengar soal mitos semacam ini, pasti akan langsung teringat pada burung gagak.

Tetapi tahukah Anda, bahwa adalah Burung Kedasih, yang dianggap sebagai burung pertanda kematian?

Kalau di daerah Jawa, maka burung kedasih ini disebut juga sebagai Emprit Gantil. Karakter suaranya memang terbilang menyeramkan, bagi sebagian orang. Dikatakan, bahwa jika burung ini berkicau di suatu wilayah, maka itu adalah pertanda, bahwa akan ada orang di sekitar wilayah tersebut, yang akan meninggal dunia.

Bila suara kicaunya terdengar dari arah selatan, maka akan ada orang yang meninggal di arah utara. Begitu pula sebaliknya. Sampai-sampai, oleh para penggemar burung, termasuk pantang jika burung kicau yang dipelihara sampai mendengar suara burung kedasih. Sebab dikhawatirkan, burung kicau ini akan menirukan suara burung kedasih tadi. Alhasil bakal anjloklah nilai burung kicau tersebut, karena dianggap bersuara yang membawa malapetaka.

Tentang benar tidaknya bahwa kicauan burung kedasih merupakan pertanda kematian, sekali saya tekankan, seperti biasa, bahwasannya maut itu di tangan Tuhan. Pada dasarnya semua yang hidup akan mati, dan berpulangnya ini adalah atas kehendak Tuhan pula.

Soal suaranya yang dianggap membawa pertanda kematian ini, bukanlah satu-satunya hal yang dapat kita catat dari burung kedasih. Terlepas dari kicauannya yang oleh sebagian orang dianggap menyeramkan, kedasih juga dianggap sebagai si ratu tega.

kristal anti santet

Baca Juga :


Karena burung yang satu ini terkenal berkelakuan kurang baik. Bila umumnya burung akan membangun sarang sendiri, untuk menetaskan telur dan merawat anakannya, maka tidak demikian dengan burung kedasih. Ketika tiba saatnya bertelur, ia justru akan mencari sarang burung lain, untuk dititipi, dan setelah itu ditinggal pergi. Jadi si burung pemilik sarang akan berpikir bahwa telur itu adalah miliknya.

Bahkan jika di sarang tersebut tadinya sudah ada telur burung, maka anakan kedasih tadi, setelah menetas, akan mencakar dan menendang-nendang telur burung pemilik sarang, hingga keluar dari sarang tersebut dan terjatuh.

Ibaratnya, sudah menumpang malah membunuh anak kandung dari orang yang ia mintai tumpangan. Kelak pun, setelah anakan kedasih ini diasuh dan dewasa, ia akan bertindak seperti itu pula. Menetaskan telurnya di sarang orang, lalu meninggalkannya pergi begitu saja.

Setidaknya dari burung ini, kita dapat belajar untuk tidak berbuat semacam itu. Seputar burung kedasih yang dipercaya membawa pertanda kematian ini, saya cukupkan sekian. Semoga menjadi wawasan yang bermanfaat bagi kita bersama


Konsultasi Seputar Hal Spiritual, Pelarisan dan Pengasihan, Dengan Ibu Dewi Sundari dibawah ini

Atau Hubungi Admin Mas Wahyu dibawah ini :

error: Content is protected !!

telegram dewi sundari