TERUNGKAP!! Mitos Yang Melarang Orang Sunda Menikah Dengan Orang Jawa

mitos orang sunda dilarang menikah dengan orang jawa

Ditulis Oleh : Dewi Sundari

Mitos Yang Melarang Orang Sunda Menikah Dengan Orang Jawa

Salam Rahayu,

Dulu, ada mitos yang melarang orang Sunda menikah dengan orang Jawa. Katanya kalau sampai terjadi, maka hidup pasangan ini tidak akan bahagia, melarat dan ditimpa nasib buruk.

Saat ini sendiri sudah tidak banyak yang mempercayai mitos tersebut. Karena yang namanya sebuah hubungan kan soal kecocokan orangnya, bukan sekedar latar belakang rasialnya saja.

Tetapi tahukah Anda, kenapa larangan ini sampai muncul?

Banyak pihak mempercayai, bahwa larangan menikah antara orang Sunda dan Jawa ini berawal dari peristiwa Perang Bubat, yang terjadi di jaman Majapahit dulu.

Peristiwa ini sendiri berawal dari niatan Prabu Hayam Wuruk untuk memperistri Dyah Pitaloka Citraresmi, puteri Kerajaan Sunda. Sang prabu tertarik pada sang putri setelah melihat lukisannya, yang dibuat oleh seniman kondang bernama Sungging Prabangkara.

Selain karena ketertarikannya ini, Hayam Wuruk juga menyadari bahwa pernikahan politik akan memperkuat persekutuan antara Majapahit dengan Sunda. Maka lamaran pun dikirimkan, dan upacara pernikahan menurut rencana akan dilangsungkan di Majapahit.

Beserta rombongannya, Maharaja Linggabuana berangkat ke Majapahit. Lalu diterima di Pesanggrahan Bubat, beserta permaisuri dan putri Dyah Pitaloka yang hendak dinikahkan.

Kidung Sundayana mengisahkan, bahwa Patih Gajah Mada kemudian memiliki niat untuk menguasai Kerajaan Sunda. Sebab ia ingin memenuhi Sumpah Palapa yang dulu dibuatnya sebelum Prabu Hayam Wuruk naik tahta. Di seantero nusantara kala itu, memang hanya Kerajaan Sunda lah yang belum takluk pada Majapahit.

Gajah Mada menganggap kedatangan rombongan Sunda di Pesanggrahan Bubat sebagai bentuk penyerahan diri. Sang patih juga mendesak agar Hayam Wuruk menerima Dyah Pitaloka sebagai tanda takluk, bukan sebagai pengantin.

Versi lain mengatakan, bahwa sejak awal Hayam Wuruk sudah dijodohkan dengan Hindu Dewi. Sehingga mau tidak mau, memang Dyah Pitaloka hanya dapat dinikahi sebagai tanda takluk.

Tentu saja, pihak Kerajaan Sunda tidak terima bila kedatangannya jauh-jauh ke Majapahit hanya dianggap sebagai pengakuan takluk.

Terjadilah perselisihan yang membesar, antara pasukan Bhayangkara yang dipimpin Gajah Mada dan pengawal Maharaja Linggabuana.

Dalam perselisihan bersenjata ini, Raja Linggabuana tewas. Demikian juga dengan para menteri dan kerabat kerajaan Sunda. Sedangkan putri Dyah Pitaloka, karena kedukaan hatinya kemudian memilih untuk bela pati.

Apa itu Bela Pati?

Bela pati adalah suatu ritual bunuh diri yang dilakukan perempuan kasta ksatria, manakala kaum lelakinya gugur. Hal ini dilakukan untuk membela harga diri dan kesucian mereka. Karena dikhawatirkan menghadapi kemungkinan dipermalukan, diperkosa, dianiaya atau bahkan diperbudak setelah kekalahan.

Kematian sang putri diratapi oleh Prabu Hayam Wuruk. Bahan diyakini, bahwa peristiwa Perang Bubat ini merupakan penyebab mengapa hubungan Hayam Wuruk dan Gajah Mada merenggang.

Hingga bertahun-tahun setelahnya, hubungan Majapahit dan Sunda tidak pernah pulih. Penerus tahta Sunda selanjutnya, yaitu Prabu Niskalawastu Kencana, memutuskan hubungan diplomatik dengan Majapahit dan menerapkan isolasi terbatas antara kedua negara.

Maka diberlakukanlah larangan estri ti luaran atau beristri dari luar. Ada yang mengartikannya sebagai larangan untuk menikah dengan pihak diluar lingkungan kerabat Sunda.

Ada juga yang secara spesifik mengartikannya sebagai larangan menikah dengan orang Majapahit. Dengan demikian muncullah larangan menikah antara orang Sunda dan Jawa.

Sebenarnya, ada cukup banyak juga pihak yang meragukan keabsahan Perang Bubat. Benarkah peristiwa ini benar terjadi, atau sekedar karangan pihak Belanda di jaman penjajahan saja? Sebagai upaya untuk memecahbelah antara Sunda dan Jawa pada masa kolonial.

Menurut Anda sendiri, bagaimana? Tuliskan pendapat Anda di kolom komentar. Cukup sekian dari saya, dan salam rahayu.


Konsultasi Seputar Hal Spiritual, Pelarisan dan Pengasihan, Dengan Ibu Dewi Sundari dibawah ini

Atau Hubungi Admin Mas Wahyu dibawah ini :

error: Content is protected !!

telegram dewi sundari