Tata Cara Mengubur Ari-ari Menurut Tradisi Jawa

Bagi Anda yang kebetulan orang Jawa, atau dibesarkan di lingkungan tradisional Jawa, maka pasti sudah paham, bahwa setelah bayi lahir, lazimnya ari-ari si bayi ini dikuburkan.

Karena itu sebagai wawasan, kali ini kita akan membahas seputar tata cara penguburan ari-ari, menurut tradisi Jawa. Tata cara ini, bisa jadi akan berbeda dari satu daerah ke daerah lain. Dan alangkah baiknya bila Anda mengikuti apa yang menjadi kebiasaan di daerah setempat.

Dari kacamata spiritual Jawa sendiri, ari-ari memang masih memiliki peranan panjang, bagi kehidupan si jabang bayi yang dilahirkan. Istilahnya, kakang kawah, adi ari-ari, getih, puser, yang merupakan bagian dari pemahaman sedulur papat lima pancer.

Karena itu, menguburkan ari-ari tidak bisa sembarangan. Ada tata caranya, yang kurang lebih adalah sebagai berikut:

Yang pertama, tentu saja adalah menyiapkan ari-ari yang hendak dikubur.

Sebelum dikubur, sebaiknya ari-ari dicuci terlebih dulu. Lalu siapkan garam, asam jawa, jeruk nipis dan kain putih, sebagai persiapan untuk mengubur ari-ari. Lazimnya orang juga menggunakan kendil, atau wadah dari tanah liat. Biasa kita menyebutnya sebagai kendi ari-ari.

Langkah kedua, adalah mencuci ari-ari

Cucilah ari-ari, bersihkan dari sisa darah yang masih menempel. Gosokkan garam kasar dan asam jawa. Cuci di bawah air mengalir, agar bersihnya tuntas.

Langkah ketiga, gunakan garam kasar atau garam krosok untuk ditaburkan di atas ari-ari. Atau bila ari-ari sudah mulai membusuk, berikan perasan jeruk nipis untuk menghilangkan baunya.

Langkah keempat, adalah membungkus ari-ari.

Setelah ari-ari selesai dicuci, bungkus dengan kain putih. Ikat dengan kuat. Lalu letakkan di dalam kendi yang sudah disiapkan. Pastikan tanah tempat Anda hendak mengubur ari-ari cukup lembab, sehingga mudah untuk dicangkul.

Langkah kelima, adalah membuat lubang di dalam tanah

Buat lubang yang cukup dalam, sekitar setengah meter. Kemudian masukkan kendi berisi ari-ari di dalamnya, dan tutuplah kembali lubang tersebut dengan rapat.

Hal ini dimaksudkan, agar hewan liar tidak mencium bau ari-ari tersebut dan menggalinya. Bila perlu, letakkan batu besar di atas kuburan ari-ari untuk menghindari hewan liar menggali ari-ari tersebut.

Bagi kita yang beragama Islam, proses mengubur ari-ari ini biasanya dibarengi juga dengan pembacaan basmalah dan shalawat nabi. Selama selapan (35 hari), kuburan ini diberi penerangan. Agar baik ari-ari, maupun si jabang bayi, selalu diberikan pencerahan dalam perjalanannya.

Sekali lagi, tata cara penguburan ari-ari ini bisa jadi akan berbeda untuk setiap daerah. Cara seperti apapun yang dipakai, pada dasarnya upacara ini mengajarkan, bahwa manusia harus memiliki rasa terima kasih. Terhadap siapapun, apapun dan kapanpun.

Termasuk ari-ari atau ‘adik kandung’ yang menemaninya, selama masih berada dalam kandungan. Kurang lebihnya demikian yang dapat saya sampaikan, seputar tata cara penguburan ari-ari. Bila ada yang ingin ditambahkan, boleh tuliskan di kolom komentar dibawah.


Konsultasi Seputar Hal Spiritual, Pelarisan dan Pengasihan, Dengan Ibu Dewi Sundari dibawah ini

Atau Hubungi Admin Mas Wahyu dibawah ini :

Bacaan Paling Dicari:

error: Content is protected !!

telegram dewi sundari