Ternyata Manfaat Puasa Mutih Itu Bagus Untuk Kepekaan Indra Ke 6

Untuk kesempatan kali ini, kita akan membahas laku tirakat yang disebut puasa. Lebih spesifiknya lagi, puasa mutih. Tetapi sebelum itu, kita mulai dulu dari apa itu puasa, dalam pengertian yang paling umum.

Puasa, adalah suatu bentuk kegiatan menahan nafsu, termasuk nafsu makan, minum dan birahi. Pada umumnya, orang yang melakukan puasa, diwajibkan menahan itu semua, untuk jangka waktu tertentu. Dengan syarat-syarat tertentu juga.

Contohnya kalau puasa Ramadhan, ya kita mulai dari subuh hingga terbenamnya matahari. Tapi kalau patigeni, ya dari subuh hingga subuh lagi, seharian penuh, baru dihitung satu hari puasa.

Bagi Anda yang muslim, pasti sudah tidak asing dengan puasa Ramadhan. Selain puasa ramadhan, ada juga puasa sunnah seperti puasa senin kamis, puasa daud, puasa arafah dan lain sebagainya.

Semua bentuk kegiatan puasa, pada dasarnya sama, yaitu dilakukan dengan menahan nafsu makan, minum, dan birahi, dari subuh hingga matahari terbenam.

Namun tidak demikian dengan leluhur masyarakat Jawa.

Leluhur kita, yang menganut tradisi spiritual kejawen, melakukan puasa sebagai bagian dari laku tirakat, yang dijalankan dengan niat untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, agar diberikan kemudahan dalam mencapai suatu hajat tertentu.

Secara spesifik, yang kita bahas kali ini, adalah salah satu jenis puasa yang paling banyak dikenali di kalangan masyarakat Jawa. Yaitu, puasa mutih. Atau seringnya disebut mutih saja. Jadi kita akan bahas, apa saja manfaat puasa mutih secara umum.

Seperti namanya, tujuan puasa mutih pada dasarnya, adalah untuk meminta kepada Tuhan, agar membersihkan kembali batin kita, hingga kembali suci. Putih bersih seperti kertas tanpa coretan.

Adapun niatnya, sebenarnya boleh diniatkan dalam bahasa apapun yang Anda kuasai. Tetapi sebagai contoh saja, niat yang bisa dipakai adalah sebagai berikut, “Niat ingsun poso mutih, kanggo mutihke bathinku, putih rogoku, putih koyo dining banyu suci, kerana Allah Ta’ala”

bulu perindu sukma

Kalau diartikan ke dalam bahasa Indonesia, ‘Saya berniat puasa mutih, untuk memutihkan batin dan badanku, seputih air suci karena Allah Ta’ala.’

Ini sebagai satu contoh saja.

Selama mutih, artinya Anda hanya bisa makan nasi dan air putih saja. Tidak boleh memakan makanan lain yang ada rasanya, apalagi sampai bernyawa.

Selain itu untuk lebih baiknya, puasa mutih biasanya dibarengi dzikir, doa dan syukuran. Adapun durasinya bisa 3 hari, 7 hari atau ada yang 40 hari.

Lalu, apa saja manfaat yang didapatkan, jika kita melakukan puasa mutih?

Yang Pertama, Mengasah Kemampuan Supranatural

Puasa mutih memiliki manfaat untuk melatih kemampuan supranatural. Tetapi tentu saja, tetap perlu dilakukan di bawah bimbingan guru yang tepat.

Kedua, membantu mengaktifkan kepekaan Indra Keenam

Sebab puasa mutih membantu meningkatkan sistem eterik dalam tubuh. Sehingga meningkatkan getaran tubuh, yang menjadikan pelakunya lebih peka terhadap kemampuan supranaturalnya sendiri.

Tetapi perlu digaris bawahi, fungsinya puasa mutih ini adalah membantu mengaktifkan kepekaan. Bukan lantas puasa mutih bisa dipakai untuk membuka indra keenam ataupun mata batin. Karena sebagai sebuah lelaku, untuk tujuan mata matin tentunya mutih perlu dibarengi juga, dengan seperangkat amalan yang kompleks. Tidak berdiri sendiri.

Manfaat ketiga, mutih diharapkan mampu mendatangkan keberuntungan dan menghindari keburukan. Termasuk, sihir.

Sihir merupakan salah satu kekuatan ghaib yang dapat mengganggu kondisi tubuh seseorang. Untuk itu, puasa mutih kerap dilakukan demi menghindari serangan gaib dari pihak tertentu.

Selain sihir, puasa mutih dapat melindungi kita dari penyakit tidak ada sebabnya, tetapi membuat tubuh seseorang terasa sakit. Seperti demam, pusing, dan nyeri pada bagian tertentu.

Nah, bagaimana dengan Anda, pernahkah Anda menjalankan laku puasa mutih?


Konsultasi Seputar Hal Spiritual, Pelarisan dan Pengasihan, Dengan Ibu Dewi Sundari dibawah ini

Atau Hubungi Admin Mas Wahyu dibawah ini :

error: Content is protected !!

telegram dewi sundari